Adanya Proyek Aspal Jalan di Dusun Ganggangmalang Sumengko Nganjuk, Warga Merasa Dirugikan

Penutupan Total Akses Jalan Menggunakan Plang Bambu, di Dusun Ganggangmalang Desa Sumengko Kecamatan Sukomoro Kabupaten Nganjuk, Jatim.

NGANJUK (majanews.com) – Beberapa pengguna jalan umum dan warga keluhkan penutupan akses Jalan yang ada di Dusun Ganggangmalang, Desa sumengko, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jatim. pasalnya, pihak kontraktor dari PT JPNN selaku pelaksana proyek dalam pembangunan jalan aspal tersebut telah menutup total akses jalan warga.

Dalam keluhan warga atau pengguna jalan, mereka merasa di isolasi adanya kebijakan yang dilakukan oleh pihak kontraktor. Bukan hanya itu, Dampak dari kebijakan penutupan jalan tersebut, juga persoalan berat bagi para pengguna jalan roda dua yang melintas dan menjalankan aktifitas sebagaimana mestinya.

Adanya hal itu, Warno salah satu warga asal Desa Sonobekel, Kecamatan Tanjunganom, mengeluh kepada majanews.com, untuk penutupan total akses jalan di Dusun ganggangmslang tersebut menambah persoalan tanpa memberikan solusi bagi para pengguna jalan.

Warno menilai bahwa pihak dari rekanan dalam mengerjakan pekerjaan dinilai lambat, menurutnya pekerjanya terlalu sedikit sehingga pekerjaan tak kunjung selesai.

“Masalahnya jalan yang ditutup total ini akses jalan satu satunya menuju ke kota, sampai hari ini sudah hampir dua bulan pekerjaan tak kunjung selesai. seharusnya pihak rekanan harus bijak. Karena banyak sekali pengguna jalan yang menggantungkan akses jalan tersebut, ya pasti masyarakat kena imbasnya, karena pengguna jalan harus memutar menggunakan akses jalan kampung yang jangkauannya lebih jauh lagi,” tutur warno, Sabtu (9/10/2021).

Masih Warno, ia juga meminta agar pihak pemerintah Desa Sumengko maupun Pemerintah Daerah agar dapat memberikan solusi terbaik untuk para pengguna jalan yang hendak melintas.

“Penutupan total dengan menggunakan plang bambu dan dijaga oleh karyawan proyek membuat pengguna jalan kesulitan melintas, mestinya ya jangan seperti itu,” lanjutnya dengan nada kesal.

Baca Juga :  Tanah Bong Cina Akan Dipagar Tembok Oleh Pemilik Al Azhar di Amini oleh LSM

Lebih lanjut, Demi mewakili aspirasi warga juga para pengguna jalan lain, Warno juga sempat menelpon salah satu anggota dari Polsek Sukomoro dan mendapat penjelasan bahwa penutupan jalan tersebut hanya sebatas kebijakan dari pihak dari PT Pemenang proyek dan tidak ada ijin ke pihak Polsek Sukomoro.

“Semoga dengan adanya pemberitaan di media ini segera didengar oleh pihak Dinas terkait, dan segera ada solusi untuk warga juga para pengguna jalan,” harapnya.

Disayangkan majanews.com belum bisa mengklarifikasi adanya penutupan akses jalan yang merugikan warga dan pengguna jalan tersebut, karena pihak kontraktor sulit untuk ditemui. hingga berita ini di tulis, ikuti lanjutan berita hanya di majanews.com.(m.to)

Baca Juga :