Rehabilitasi Lapangan Voli Randegan dan Lapangan Voli Griya Permata Ijen Kota Mojokerto Jadi Sorotan Masyarakat

Proyek Rehabilitasi Lapangan Voli di Wilayah Randegan, Mageesari Mojokerto, Terlihat Mangkrak Sesudah di Bongkar.

MOJOKERTO (majanews.com) – Pelaksanaan kegiatan Rehabilitasi Lapangan Randegan dan Lapangan Voli Griya Permata Ijen Kota Mojokerto jadi sorotan masyarakat yang ada di Kota Mojokerto, Jawa Timur. Pasalnya, Proyek yang sedang berlangsung dari Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Mojokerto senilai Rp. 1.077.198.000,00 tersebut diduga menyimpang dari spek lelang yang ditetapkan.

Seperti yang dikatakan Sumidi, Sekjen DPP RAKSI (Perkumpulan Rakyat Kontrol Sosial). Menurut Sumidi, selain adanya dugaan tidak sesuai spek lelang, proyek Rehabilitasi Lapangan Randegan tersebut terkesan dibiarkan mangkrak.

“Pekerjaan sudah berjalan kok dibongkar, ada apa ini, padahal pada awal lelang petunjuk pelaksanaan (Juklak) dan petunjuk teknis (Juknis) sudah jelas,” tandas Sumidi.

Tim majanews.com Saat Konfirmasi Pekerjaan di Lokasi Perum Raya Ijen. Ditemui Rudi, Pelaksana Lapangan CV Pelangi. Senin (4/10/2021)

Lebih lanjut dikatakan Sumidi, persoalan yang sama juga terjadi proyek rehabilitasi Lapangan Voli titik pekerjaan di Griya Permata Ijen Kota Mojokerto.

“Bedanya, kalau rehabilitasi Lapangan Voli Randegan dilakukan pembongkaran, sedangkan rehabilitasi Lapangan Voli Griya Permata Ijen Kota Mojokerto tidak ada pembongkaran,” tegas Sumidi.

Dikonfirmasi terkait pelaksanaan kegiatan rehabilitasi lapangan voli, Rudi pelaksana lapangan mengatakan, kalau proyek Rehabilitasi Lapangan Voli Randegan dan Lapangan Voli Griya Permata Ijen Kota Mojokerto, sudah benar dan sesuai spek, jelasnya, senin (4/10/2021).

Pekerjaan Proyek CV Pepangi, Rehabilitasi Lapangan Voli yang Ada di Perum Raya ijen.

Sementara itu Dayat, Direktur Utama CV. Pelangi saat dikonfirmasi tim majanews.com melalui WhatsApp (WA) bernomor 081xxx255xxx, senin (4/10/2021). tentang keadaan proyek yang ia kerjakan, meski sudah tanda centang biru, namun tidak ada tanggapan atau klarifikasi.

Baca Juga :  Selamet Pengusaha Galian Diduga Menggali Tanah Sengketa Yang di klaim Pemiliknya Yayasan Budi Luhur Surabaya

Selang 10 menit, ada telp masuk ke Tim investigasi, bernomor 081xxx197xxx yang mengaku bernama Didik, saudara dari Dayat dan mengatakan bahwa, apa yang disampaikan lewat WA adalah tidak benar.

“WA sampean dikirim ke saya, jadi soal spek tidak ada masalah, proyek itu kontraknya tidak ada DP, dan Proyek itu untuk termin juga belum diserap,” katanya melalui telp saluler yang diterima tim majanews.com, senin (4/10/2021).(dak/tim)