Diduga Ada Permainan Fee di Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, Proyek Pembangunan Rumah Dinas Wakil Bupati Jadi Sorotan

Heri Bekti, Kabid Tata Bangunan Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, Jatim saat dikonfirmasi majanews.com dengan Media Lain, Kamis (30/9/2021).

MOJOKERTO (majanews.com) – Proyek Belanja Modal Bangunan Gedung Tempat Tinggal, Rumah Negara Golongan 1 Pembangunan Fasilitas Umum Rumah Dinas Wakil Bupati Mojokerto, Jawa Timur (Jatim), beberapa hari terakhir menjadi sorotan Masyarakat.

Proyek Belanja Modal Menyerap Anggaran senilai Rp 3.722.522.000,00 dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mojokerto tersebut, dan di menangkan oleh PT Yege Putramas. dalam pelaksanaan pekerjaan terindikasi ada permainan Fee.

Seperti yang dikatakan SM dari salah satu LSM di Mojokerto. Menurutnya, adanya dugaan ada permainan Fee dalam kegiatan proyek, terlihat dari beberapa titik hasil pekerjaan yang disinyalir menyimpang.

“Salah satunya adalah pemakaian batu-bata bekas yang dibuat bekisting untuk mengecor dalamnya gapuro, juga untuk pemasangan gorong-gorong saluran air tidak didasari pasir dibawahnya,” tandas SM, yang juga seorang wartawan.

Purwo Sasmito pelaksana kegiatan proyek PT Yege Putramas, saat dikonfirmasi, Rabu (29/9/2021).

Masih SM, dirinya akan lengkapi bukti-bukti dalam dugaan yang ia sampaikan kepada majanews.com, “Kami akan membewa masalah ini ke kejaksaan, karena ini ranah mereka yang berwenang untuk melanjutkan temuan kami,” beber mantan aktivis 98 tersebut.

Dikonfirmasi terkait bekisting yang diduga memakai batu-bata bekas, Purwo Sasmito pelaksana kegiatan proyek PT Yege Putramas mengatakan, dirinya hanya sebagai pelaksana, untuk hal yang lain, silahkan ke pimpinan.

“Soal batu bata itu baru, memang rabnya ada batu batu bata,” papar pelaksana tersebut, saat dikonfirmasi majanews.com dengan media lain. rabu (29/9/2021).

DItempat yang sama, Konsultan pengawas pekerjaan Sunarno juga menjelaskan, bahwa pekerjaan bekisting memang harus pasang triplek (papan), bila dengan bata malah lebih kuat. Dipertanyakan soal pemasangan saluran got dengan uditch tanpa alas pasir, konsultan tersebut membenarkan tanpa ada pasir dibawah pemasangan Uditch terdebut.

Baca Juga :  Dugaan Perselingkuhan Dengan Oknum Polisi, Disinyalir BOPnya Ditanggung AT

“Memang biasanya ada pasir dibawahnya, tapi di rab yang ini tidak ada pasir untuk pemasangan uditchnya, ya digali sesuai ukuran dan dipasang. cuman tanah uruknya saja dikembalikan di kanan kiri pemasangan,” jelas konsultan tersebut, yang mengaku dari bendera CV Tranformasi Rahayu asal surabaya.

Sunarno, Konsultan Pengawas Pekerjaan dari CV Tranformasi Rahayu asal surabaya, saat Memberikan Keterangan.

Terpisah, Heri Bekti. Kabid Tata Bangunan Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto saat dikonfirmasi menjelaskan, terkait pekerjaan adanya batu bata bekas dibuat bekisting dalam pengeçoran penguat dalam gapuro.

“Kalau tidak sesuai dengan Rancangan Anggaran Belanja (RAB) kita akan adendum atau kita arahkan ke pekerjaan lain,” katanya saat dikonfirmasi majanews.com bersama awak media lain, Kamis (30/9/2021).

Masih Heri, tentang pemasangan udich itu ada pasir dibawahnya, tetapi tipis. Bukan lantai kerja, kalau lantai kerja kan di rabat, “Kalau tidak dikasih pasir, ya tetap kita adendum, bila tidak mau dialikan ya tidak kita bayar,” jelas Heri.

Disinggung adanya dugaan ada permainan Fee yang mengarah kepihaknya. Heri mengelak dan membantah.

“kata siapa, Kalau anda tidak mau menyebutkan sumbernya, mohon maaf, saya tidak bisa menjawab dan itu tidak benar kalau saya terima fee,” pungkas pejabat tersebut.(dak/tim)

Video: Heri Bekti, Kabid Tata Bangunan Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, Jatim saat dikonfirmasi majanews.com dengan Media Lain, Kamis (30/9/2021).