Kegiatan PTM SMP Negeri 3 Nganjuk Tetap Mematuhi Prokes Secara Ketat

Teguh Sujatmika S,pd M,pd, Kepala Sekolah (kepsek) SMP Negeri 3 Nganjuk, sekaligus ketua MKKS SMP Negeri Sekabupaten Nganjuk, Jatim. Saat memberikan keterangan, Sabtu (18/9/2021).

NGANJUK (majanews.com) – Antusias siswa SMPN 3 Nganjuk, Jawa Timur (jatim), dalam mengikuti kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sangat tinggi, terlebih untuk para siswa baru yang merasakan pembelajaran tatap muka pertama kalinya yang di berlakukan pada hari Senin (06/09/2021).

Hal ini seperti yang terlihat di SMPN 3 Nganjuk, sabtu (18/09/2021). dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar terpantau setiap ruang kelas VII hampir tidak ada siswa yang absen. Kebijakan PTM dilakukan secara bergantian dengan kapasitas 25 %.

Teguh Sujatmika S,pd M,pd, Kepala Sekolah (kepsek) SMP Negeri 3 Nganjuk, sekaligus ketua MKKS SMP Negeri Sekabupaten Nganjuk mengatakan kepada majanews.com, siswa yang melakukan PTM dengan sangat antusias sekali, Skema yang digunakan pihak sekolah tetap untuk penerapan kapasitas 25%.

Berikut catatan penerapan 25% PTM SMP Negeri 3 Nganjuk:

  • Senin Kelas VII dengan nomor absen : 01 – 16.
  • Selasa Kelas VII dengan nomor absen : 17 – 32
  • Rabu Kelas VIII dengan nomor absen : 01 – 16.
  • Kamis Kelas VIII dengan nomor absen: 17 – 32
  • Jumat Kelas IX dengan nomor absen : 01 – 16
  • Sabtu Kelas IX dengan nomor absen : 17 – 32.
Siswa SMP Negeri 3 Nganjuk Dalam Kegiatan PTM dengan Mematui Prokes Sangat Ketat.dalam Penerapan 25%.

Masih Kepsek, Untuk jam kegiatan belajar mengajar pun juga di pangkas 50%. mulai masuk pukul.07.00 wib dan pulang pada pukul 10.00 wib tanpa ada istirahat.

“Siswa pukul 06.30 harus sudah di lingkungan sekolah supaya penerapan protokol kesehatan terlaksana dengan baik mulai, cek suhu tubuh, mencuci tangan, dan memakai masker,” jelasnya, Sabtu (18/9/2021).

Baca Juga :  Warga Gogol Dusun Bangun, Desa Bangun Pungging Mojokerto, Gelar Doa Bersama Dengan Tema Pergerakan Sila Ke 5

Selain itu, Kepsek juga berpesan, untuk semua sekolah harus pandai-pandai memantau dan mencari data. apakah keluarga ada yang terkonfirmasi covid atau tidak.

“Nanti bisa dikomunikasikan lewat group chats whatsapp ke wali murid masing-masing, jadi harus rutin untuk menanyakan kondisi keluarganya, apakah ada yang Terkonfirmasi atau tidak,” tegas Teguh Sujatmika S,pd M,pd, yang juga Ketua MKKS SMP Negeri Sekabupaten Nganjuk, Jatim, tersebut.(m.to)