Penumpang Kapal KM Dharma Kencana VII Dinyatakan Loncat ke Laut, Keluarga Mencari Kebenaran

Foto Kiriman Keluarga Korban kepada Redaksi majanews.com, (Jan Hari dan Surat Berita Acara Dari pihak PT Dharma Lautan Utama, KM Dharma Kencana).

SURABAYA (majanews.com) – Terpukul jiwa keluarga korban Jan Hari, laki-laki berusia 25 tahun yang dinyatakan loncat dari kapal yang ditumpanginya, dan hingga kini jasat lelaki tersebut tidak ketahui. tertulis dari kertas yang diterima keluarga Korban dikirim melalui pesan aplikasi wattsAp (WA) dari sepupunya, isi berita acara Pemilik Kapal PT Dharma Lautan Utama, KM Dharma Kencana VII membuat kronologi kejadian yang di ragukan kebenarannya oleh pihak keluarga korban.

Kejadian tersebut, dalam isi berita acara, Jan Hari (24) asal Ds Bagek Kapak, Kecamatan Pringga Baya, Lombok Timur, dinyatakan loncat dari kapal yang ia tumpangi, dan dinyatakan depresi dalam tulis KM Dharma Kencana VII, rabu 18 Agustus 2021.

“Kalau ponakan saya loncat dari kapal yang ia tumpangi tidak mungkin pak, karena dinyatakan depresi, padahal sebelum naik dan sesudah naik kapal itu kasih kabar telephon juga ke rumah dirinya baik-baik saja,” jelas keluarga saat menelpon Redaksi majanews.com, Sabtu (21/8/2021) malam.

Dalam penjelasan keluarga, Jan Hari menaiki kapal dengan sepupunya Ahmad Yani, ia pada saat mengirim barang mentahan krupuk rambak, dari Makasar ke arah Surabaya Jatim, “Pada saat mau pulang akan naik pesawat, tapi belum vaksin, jadi tidak bisa, terus bareng sepupu saya lewat darat, jadi rencana lewat berputar, Makasar ke surabaya, lanjut ke Bali, terus pulang ke Lombok,” terangnya yang mengaku namanya Elina, didamping keluarga lain dalam telepon bernama Nurban asal NTB Lombok timur.

Sang Sepupu Ahmad Yani, bersaman Surat Pernyataan dari PT Dharma Lautan Utama, KM Dharma Kencana.

Apa yang dituturkan pihak keluarga kepada majanews.com, dirinya kecewa dengan pihak Dharma Kencana VII kapal yang ditumpangi keponakannya itu, pasalnya, kekecewaan muncul adanya surat pernyataan yang dibuat oleh pihak kapal ia tuding sepihak. Karena disuruh tanda tangan sang sepupu disaat turun di pelabuhan Perak Suarabaya jatim. Sepupunya bersama korban pada saat naik kapal sebelum kejadian.

Baca Juga :  Korban Penganiayaan Datangi Kantor Bersama LSM GAKK, Sambat Lamanya Proses Hukum

“Kan ini nyawa orang Pak, masak sepupu saya langsung disuruh tanda tangan surat pernyataan itu, bukan orang tua atau memberi tahu dulu pihak keluarga yang dirumah,” katanya dengan nada lesu.

Dalam surat penyataan, berkop PT Dharma Lautan Utama, (KM Dharma Kencana VII). Bertulisan dengan di blok hitam, saya tidak menuntut dalam bentuk apapun, berkaitan dengan saudara saya, Jan Hari, yang sengaja melompat ke laut karena depresi. Tertulis yang membuat surat pernyataan Laut Jawa, 18 Agustus 2021. Dan diteken Ahmad yani.

Lebih lanjut, pihak keluarga akan mentut keadilan atas hilangnya saudra Jan Hari, “kami akan datangi pihak PT Dharma Lautan Utama, dan minta tanggung jawab kebenaran yang terjadi, saya juga minta tolong kepada mas wartawan untuk membantu kami di saat kami ada di Surabaya ya, karena kami perlu itu,” pungkasnya.(dak)