Dian Asal Dusun Talok, Kecamatan Dlanggu Kab.Mojokerto, Terancam Dipolisikan

Dian, Warga Dusun Talok, Desa Talok, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Jatim. Saat di Konfirmasi Media Online majanews.com di kediamannya, Sabtu, (10/4/2021)

MOJOKERTO (majanews..com) – Dian (38) Warga Dusun Talok, RT 7, RW 2, Desa Talok Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Jatim. terancam berurusan dengan hukum. Pasalnya, yang bersangkutan diduga sering membuat ulah atau keributan dengan tetangga kanan kiri dengan hal-hal sepele, dan dituding dirinya berprilaku Arogan.

Seperti yang disampaikan Khoirul Anam (45) salah satu keluarga besar Saniah (60) warga setempat. Menurut Khoirul, pihaknya tidak segan-segan akan melaporkan Dian, apabila masih membuat ketidaknyamanan keluarganya.

“Bukan hanya keluarga saya yang dibikin tidak tenang, namun juga tetangga yang lain pernah bertengkar dengan Dian,” tandas Khoirul yang juga pengajar TPQ tersebut, sabtu (10/4/2021).

Masih tutur khorul, muncul sifat arogan Dian disaat pecahnya pot bunga yang ditaruh dipojok rumah orang tuanya yang disenggol mobil melintas, “kemarin hari kamis pot yang dia taruh jatuh terus pecah, kan yang nyenggol mobil lewat, tetapi orang tua saya di caci maki habis-habisan dan ia menuduh yang memecahkan pot itu orang tua saya,” ungkapnya.

DItempat yang sama, orang tua khorul juga membenarkan kejadìan tersebut, dan dirinya menjelaskan apa yang terjadi tetapi tetangganya itu tetap menuduh dirinya, “pot bunga itu ditaruh didepan tepat pojok rumah saya, itu kan tanah milik saya, seharusnya dia menaruh dirumahnya sendiri, la pecah kami yang di caci maki,” keluh Suniah.

Dikonfirmasi terkait dugaan sering membuat ketidaknyamanan warga, Dian mengelak dan membantah. Menurutnya, apa yang disampaikan oleh tetangganya itu tidak benar. “Saya hanya ingin kebersihan lingkungan,” elaknya, disaat dikonfirmasi wartawan, sabtu (10/4/2021)

Masih Dian, saya hanya punya masalah dengan orang tuanya, kenapa dia ikut campur. “Saya tau sendiri, bapaknya yang banting pot bunga punya saya,” tambahnya.

Disinggung, kalau tempat menaruh pot itu, tanahnya keluarga Khoirul. Dian membenarkan dan mengatakan, kalau tidak dikasih pot bunga, tempat itu dipakai untuk menempatkan rongsokan (Barang bekas, red).

Sementara itu, informasi yang didapat majanews.com, Dian memang sering membuat keributan dan bertengkar dengan tetangga sekitar. Bahkan RT maupun Kepala Dusun (Kadus) setempat, sudah berulangkali menasehati, namun tidak digubris.

Bagaimana tanggapan Kades dan Kadus Talok, Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto, terkait persoalan warganya. Ikuti pemberitaan media online majanews.com selanjutnya.(ben/tim)