Najib Ketua Korbin TPQ Dlanggu, Akui Ada BOP Rp 150 ribu

Sumber Foto Google: ilustrasi Dugaan Pungutan Liar (Pungli).

MOJOKERTO (majanews.com) – Dugaan patok Biaya Oprasional (BOP) kepada Ketua TPQ Sekecamatan Dlanggu yang dilakukan Najib selaku ketua Kordinator Pembina (Korbin) TPQ Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto telah diakuinya.

Pengakuan tersebut telah disampaikan kepada tim jurnalis lewat telepon saluler beberapa hari yang lalu. “Tidak dua ratus mas, tetapi seratus lima puluh ribu,” jelas Najib Kamis (31/12/2020).

Untuk Biaya tersebut, dia menjelaskan bahwa dibuat kebutuhan yang diperlukan, “Rp 150 itu perinciannya untuk pembelian materai, legalisir, fotocopy dan lain-lain,” ulasnya.

Selain itu, imbuh Najib, ada biaya Rp 500 ribu untuk Pembuatan SPJ dan 150 untuk operasional Korbin, jelasnya saat dikonfirmasi tim media melalui telepon selulernya 085xxx749xxx601, Kamis (31/12/2020) Minggu lalu.

Perlu disampaikan, beberapa hari yang lalu majanews.com mengabarkan tentang dugaan pungutan disaat Ketua TPQ menerima bantuan Rp 10 juta, dugaan pungutan berdalih BOP tersebut dirasa keberatan.

Dalam judul update, Penerima Bantuan TPQ Kecamatan Dlanggu Keluhkan Besarnya Biaya SPJ, Najib Ketua Korbin: Korbin sifatnya hanya kepanjangan dari Majelis Pembina (Mabin) TPQ Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur (Jatim).(ben/tim)