Pembelian Alat Pencegahan Covid-19, Abdul Muhaimin Diduga Mencari Keuntungan Lebih

Foto Crop Web Dukumentasi majanews.com

MOJOKERTO (majanews.com) – Dana Bantuan oprasional untuk Taman Pendidikan Alqur’an (TPQ) yang ada di Kabupaten Mojokerto senilai Rp 10 juta rupiah yang diterima langsung oleh masing-masing Ketua TPQ, Disinyalir kuat Abdul Muhaimin selaku Ketua Majelis Pembina (Mabin) TPQ Kabupaten Mojokerto Jawa Timur (Jatim) mencari keuntungan lebih.

Informasi yang digali majanews.com, Tahun 2020 total ada 1.124 ribu TPQ Kabupaten Mojokerto mendapatkan bantuan oprasional via Rekening dari Kemenag Republik Indonesia, Dugaan kuat ada permainan atau pemanfaatan untuk mendapatkan keuntungan. Hal itu terlihat dengan jelas ada salah satu CV (rekanan) yang sudah tertulis di formulir yang di edarkan oleh ketua Mabin lewat Kordinator Binaan (Korbin) kecamatan masing-masing, supaya semua Ketua TPQ memesan pembelian alat-alat pencegahan Covid-19 dengan mengisi formulir tersebut.

“Sebelum dana bantuan cair, saya disuruh mengisi formulir pemesanan alat-alat pencegahan covid-19 tertulis nilainya Rp. 3.500,000 (tiga juta lima ratus ribu rupiah),” ucap Ketua TPQ yang nama tidak mau ditulis selasa (22/12/2020).

Saya juga heran, Masih Ketua TPQ, untuk nilai pembelian alat-alat pencegahan covid-19 menurut saya terlalu mahal, dan jauh dari harga pasaran.

“Ada delapan macam alat-alat pencegahan covid tertulis diformulir yang disodorkan oleh Ketua Korbin saya pada saat itu. dan ada nama CV Multi Indo Pratama,” jelasnya.

Ketua TPQ ini menambahkan, setelah dari Bank BNI mengambil bantuan TPQ dirinya mendapatkan pesan dari grup aplikasi WatshApp (WA) TPQ yang menerima bantuan, supaya segera dibayar pembelian pemesanan lewat formulir yang pernah ia tanda tangani.

“Meskipun dengan berat hati, ketua Korbin langsung saya datangi mas saya lunasi semua, juga 500 ribu untuk SPJ, jadi saya keluar uang Rp 4 juta rupaih,” imbuhnya.

Sebelumnya, tim media ini konfirmasi beberapa tema dugaan ada permain tentang bantuan oprasional TPQ yang mana ditujukaan kepada Ketua Majelis Pembina. Tetapi jawaban (balasan) surat tertanggal 27 Desember 2020 via aplikasi WA tidak sesuai apa yang dipertanyakan (tidak spesifikasi).

Hingga berita ini ditulis, tim media mengirim konfirmasi lanjutan tentang status CV. Multi Indo Pratama Via WA Senin (28/12/2020) kepada Abdul Muhaimin Selaku Ketua Majelis Pembina (Mabin) TPQ Kabupaten Mojokerto, hingga hari ini tidak mendapatkan balasan meskipun terlihat centang biru dua.

Sangat perlu disampaikan, sebelumnya majanews.com mengabarkan Abdul Muahaimin Ketua Mabin TPQ Kabupten Mojokerto, Jawa Timur (Jatim), Diduga terlibat patok harga jasa SPJ senilai Rp. 500 ribu rupiah. Ikuti berita majanews.com selanjutnya.(dak/tim)