Solikin Sekdes Margobener: Pasir Hasil TKD Digunakan Untuk Pembangunan Fasilitas Umum

Muhammad Solikin (bertopi puti), Sekdes Desa Margonener Saat Memberikan Keterangan Keoada Media Ini, Selasa (8/12/2020).

SIDOARJO (majanews.com) – Pasir dari Tanah Kas Desa (TKD) Desa Margobener, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim) yang menjadi sorotan warga beberpa bulan yang lalu terjawab sudah, hal tersebut dituturkan oleh Seketaris Desa (Sekdes) setempat.

Sebelumnya, warga mengadu kepada media ini, dirinya anggap pasir hasil TKD telah digunakan tidak ada musyawarah, “Warga Desa Margobener terus membicarakan Pasir itu mas, semua membicarakan miring kepada Pemerintahan Desa,” kata sumber yang namanya tidak mau ditulis.

Masih warga, ada pembangunan irigasi di Desanya tersebut menggunakan Pasir Hasil TKD di empat titik lokasi, Irigasi arah prambon (sawah Kepuh), irigasi sawah mbener, irigasi sawah kuburan, dan saluran air warga. “Bisa dicek dilokasi mas,” jelasnya.

Adanya hal tersebut, Mohammad Solikin Sekretaris Desa (Sekdes) Margobener, memberikan penjelasan kepada awak media, dan tidak menampik bila pasir tersebut memang untuk pembangunan fasilitas umum, “itu benar mas, bukan empat titik, tapi tiga titik saluran irigasi yang kita bangun,” Jelasnya Selasa (8/12/2020) di ruang Kepala Desa Margobener.

Pasir Hasil Tanah kas Desa (TKD) Yang Adà di Desa Margobener.

Penjelasan Sekdes, Hasil dari pasir yang berasal dari TKD itu masuk ke Pendapatan Asli Desa (PADes). Pasir itu digunakan atau difungsikan untuk kepentingan masyarakat, khususnya warga Desa Margobener sekitar.

Menurut Sekdes, pasir itu bukan milik warga, namun milik desa yang ada di Tanah Kas Desa. “Pasir itu kita gunakan untuk fasilitas umum (Fasum) khususnya untuk warga Margobener, di antaranya adalah untuk pembangunan Masjid, Jalan Umum, Musholla dan Jembatan,” kata Solikin.

Lebih lanjut dikatakan Sekdes, Pemerintah Desa (Pemdes) berharap agar masyarakat lebih mengerti dengan kondisi desa, karena pembangun yang digalang Desa semua untuk masyarakat.

“Pemerintah Desa (Pemdes) Margobener akan selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi warga masyarakat. Dan perlu diketahui, penggunaan pasir itu juga sudah di musyawarahkan beberapa bulan lalu dan diketahui oleh Badan Permusyatan Desa (BPD). Dalam musyawarah tersebut disepakati, kalau pasir itu digunakan untuk kepentingan masyarakat yakni fasilitas umum bukan untuk kepentingan pribadi,” pungkasnya. (dak/ben)