Terima Sertifikat ODF, Kota Mojokerto Siapkan Diri Meraih Predikat “Swasti Saba Wistara”

Ika Puspitasari, Wali kota Mojokerto Jatim, Telah Menerima Sertifikat ODF, Diserahkan Langsung Oleh Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Jatim, Vitria Dewi, Rabu (07/10/2020) di Rumah Rakyat Jalan Hayamuruk No 50 Kota Mojokerto, Jatim.

MOJOKERTO (majanews.com) – Perilaku hidup bersih dan sehat yang telah diterapkan oleh warga Kota Mojokerto mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Hal ini ditunjukkan dengan diterimanya sertifikat Open Defecation Free (ODF) oleh Wali kota Mojokerto Ika Puspitasari, Rabu (7/9/2020) berlangsung di Rumah Rakyat, Jl. Hayam Wuruk 50 Kota Mojokerto, Jawa Timur.

Disampaikan oleh Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Vitria Dewi. Bahwa, Kota Mojokerto berhasil dinyatakan ODF setelah proses verifikasi wilayah Kota Mojokerto sudah tidak ada lagi yang buang air besar sembarangan.

“Hal ini dibuktikan dengan serangkaian verifikasi berjenjang mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan sampai tingkat provinsi baik itu verifikasi dokumen maupun verifikasi lapangan yang telah dilakukan pada 17 September lalu,” jelas Vitri.

Vitria menambahkan pemberian sertifikat ini sebagai pengingat bagi semua atas semua capaian yang telah diraih dan tetap konsisten untuk tidak melakukan buang air besar sembarangan dan tetap buang air besar di jamban yang sehat.

Ditempat yang sama, Ketua Forum Kota Sehat Mojokerto Riani menyampaikan pencapaian Sertifikat ODF merupakan salah satu persyaratan untuk seleksi Kota Sehat Nasional predikat Wistara dengan 6 Tatanan.

“Mojokerto telah memperoleh Kota Sehat 2 tatanan ‘Swasti Saba Padapa’ dan 4 tatanan ‘Swasti Saba Wiwerda’ tahun 2021 dengan diperolehnya sertifikat ODF bisa masuk 6 tatanan ‘Swasti Saba Wistara’,” papar dia.

Foto Bersama: Ika Puspitasari, Wali Kota Mojokerto, Jatim. dan OPD Terkait Juga Rombongan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.

Kadinkes Kota Mojokerto Christina Indah juga menegaskan, bahwa usaha untuk mencapai ODF sudah dilakukan sejak tahun 2015 dengan program jamban sehat yang difasilitasi pemkot dan edukasi pola hidup sehat melalui kader motivator.

“Kota Mojokerto punya 1600 kader motivator dan anggota PKK yang menjadi penggerak pemberdayaan masyarakat untuk program-program pemerintah dan salah satunya adalah ODF,” kata petinggi Dinas Kesehatan yang ada di Kota Mojokerto tersebut.

Dalam kesempatan ini, Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota juga menyampaikan rasa syukurnya, bahwa di tengah keterbatasan dalam masa pandemi Covid-19 Kota Mojokerto masih mampu meraih prestasi, yaitu penghargaan ODF bahwa Kota Mojokerto sudah bebas dari buang air besar sembarangan.

“Pencapaian prestasi ini merupakan sinergitas dan dukungan dari berbagai pihak diantaranya Dinas Kesehatan, Bappeko, Dinas Perumahan dan Permukiman, Forum Kota Sehat dan PKK,” jelasnya.

Ning ita juga berharap, prestasi ini menjadi stimulan yang luar biasa bagi semua agar kedepan dapat memperoleh prestasi yang lebih baik, keterbatasan dan hambatan yang dihadapi pada suasana pandemi tidak menjadi sebuah kendala yang berarti jika berikhtiar maksimal dan berupaya secara profesional.

Lebih lanjut Ning Ita menyampaikan bahwa Kota Mojokerto telah 4 tahun berturut-turut memperoleh predikat Kota Sehat.

“Dengan diperolehnya sertifikat ODF ini bisa meningkatkan predikat Kota Mojokerto untuk mencapai Kota Sehat pada tahun 2021 yang akan datang dan kedepan bisa mencapai predikat Kota Sehat Tertinggi,” pungkas Wali Kota perempuan pertama kali di Kota Mojokerto tersebut.(dak/adv/hms)