IPAL Komunal Wilayah Randegan Diduga Dipermainkan Oknum Dibalik Layar

Foto: Papan Nama Pekerjaan Yang Ada Dilokasi Lingkungan Randegan.

MOJOKERTO (majanews.com) – Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal dan Program Perpipaan Sanitasi untuk wiĺayah Lingkungan Randegan RT 03, RW 02, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Jawa Timur (jatim), menjadi bahan pembicaraan miring oleh warga sekitar. Hal itu dikarnakan di sinyalir dipermainkan oleh oknum yang sembunyi dibalik layar untuk mencari keuntungan.

Aduan warga kepada Redaksi majanews.com menyebutkan, telah ada permainan dalam pembelanjaan matrial untuk pembangunan IPAL tersebut, “Ada dugaan permainan soal pembelian kebutuhan matrial mas, dan notanya juga sepertinya direkayasa,” beber warga yang namanya minta dirahasiakan tersebut, kamis (20/8/2020).

Masih warga, untuk kepanitiaan pengurus dalam pembangunan yang dilibatkan oleh oknum tersebut hanya keluarganya, “Kalau kurang percaya cobak dicek sendiri mas, itu ketuanya istrinya, tapi yang mengatur bukan ketua panitia, dia sendiri,” bukanya.

Sumber ini menambahkan, Dugaan oknum dibalik layar yang bermain untuk mencari keuntungan pribadi adalah seorang Aperatur Sipil Negara (ASN) disalah satu Kantor Dinas yang ada di Kota Mojokerto, “Nama inisial aja ya mas, ‘MN’,” tambahnya.

Ditempat terpisah, awak media ini berhasil menanyakan ke salah satu pekerja IPAL yang ada di Lingkungan Randegan itu, “MN bukan ketua Panitia, tapi istrinya yang menjadi ketua,” jelas pekerja itu, selesainya media ini mengambil foto lokasi pekerjaan dan papan nama, Jumat (21/8/2020).

Dipertanyakannya Ketua Panitia apa ikut mengatur dalam penataan mekanisme pembangunan, “Ya yang ke lekoasi ya MN bukan Ketuanya mas,” jelasnya.

Adanya hal tersebut, awak media ini berusaha Konfirmasi Lewat pesan Aplikasi WhatsApp (WA) MN.

Disayangkan MN tidak menjawab apa yang dipertanyakan oleh awak media, hanya dibaca saja pesan tersebut (centang biru), terlihat online dalam aplikasi WA, awak media berusaha menghubungi, Nada sambung terdengar, Tetapi tidak diangkat telepon media ini, hingga berita ini diturunkan. Bersambung.(dak)