Panggilan Kedua Kades Lebak Jabung Jatirejo Berakhir Dijeruji Besi

Arif Rahman (Rompi Oren) Saat Ditahan Oleh Kejaksaan Negeri (Kajari) Mojokerto Jatim, Senin (3/8/2020).

MOJOKERTO (majanews.com) – Kepala Desa (Kades) Lebak Jabung Arif Rahman Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. ditetapkan sebagai tersangka sejak 28 Mei 2020 terkait kasus Normalisasi TKD di Lebak Jabung. Hari ini usai memenuhi panggilan ke dua sebagai tersangka oleh penyidik Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Mojokerto, Jawa Timur, Kades Nonaktifkan tersebut resmi dijebloskan ke tahanan.

Meski Panggillan Kades Tersebut diwarnai aksi unjuk rasa oleh ratusan warga Desa Lebak Jabung, di depan kantor Kejaksaan Negeri Mojokerto yang menuntut membatalkan penahanan terhadap Kepala Desanya yang tersandung kasus dugaan korupsi tidak membuahkan hasil.

Kejari Mojokerto tetap menahan Arif Rahman. Menggunakan rompi oranye, Arif digiring ke mobil yang mengantarkannya ke Rutan Polres Mojokerto pukul 17.26 WIB.

Kades lebak jabung
Warga Lebak Jabung, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Saat Melakukan Protes Didepan Kantor Kajari Mojokerto Jawa Timur.

Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Mojokerto Agus Hariono menegaskan, Arif Rahman disangka melakukan korupsi dalam normalisasi TKD Lebak Jabung yang berlangsung 2014-2017. Lahan seluas 2 hektare itu digali untuk diambil material batunya.

Arif terbukti melakukan korupsi dalam normalisasi TKD yang merugikan negara Rp 400 juta. “Penahanan karena situasi COVID-19, Lapas tidak mau menerima. Sementara kami titipkan di Rutan Polres Mojokerto untuk 20 hari ke depan,” terang Agus.

Agus menambahkan, panggilan Kades tersebut yang kedua sebagai tersangka, dijerat dengan pasal 2 dan 3 UU RI nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, “Hukuman 1 tahun sampai 20 tahun penjara,” tambahnya.(dol/tim)