Dana GAPOKTAN Desa Parengan, Diduga Dimanfaatkan Pribadi Kades

Ketua GAPOKTAN: “65 Juta Dana Gapoktan Dibawa Pak Kades, Dan itu Beku”

Suwandi (Bertopi), Ketua GAPOKTAN Desa Parengan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Jatim, saat Dikonfirmasi Awak Media, Senin (27/7/2020).

Mojokerto (majanews.com) – Anggaran Gabungan Kelompoktani (GAPOKTAN) Desa Parengan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, menjadi bahan pembicaraan miring oleh para petani juga masyarakat sekitar, hal itu dikarnakan carut marutnya pembukuan dalam pengelolahan anggaran GAPOKTAN.

Informasi yang dihimpun media ini, Dana bantuan dari Menteri Pertanian Republik Indonesia diperuntukan kepada GAPOKTAN senilai seratus juta, untuk tahun anggaran 2009 silam, lambat tahun anggaran tersebut telah mengalami penyusutan, dan tidak transparan kepada masyarakat untuk laporan penjualan pupuk GAPOKTAN.

Kata sumber media ini, anggaran bantuan tersebut telah disepakati bersama dibelikan pupuk, supaya petani membutuhkan pupuk tidak membeli diluar daerah, Karena pada saat itu pupuk langka dan mahal. Dengan berjalannya waktu, pembukuan dana GAPOKTAN tersebut menjadi amburadul. Hal itu ia ketahui sejak adanya dana bantuan yang dikelola Kepala Desa.

Masih sumber, juga salah satu petani Desa Parengan, berharap supaya anggaran GAPOKTAN itu kembali lagi seperti semula, utuh nilainya seratus juta rupiah, “Ya wajib dikembalikan yang memakainya, dan dikelola dengan transparan,” harapnya, yang namanya wanti-wanti tidak mau ditulis. Jumat (24/7/2020).

Adanya hal itu, Dikonfirmasi Kepada Ketua GAPOKTAN, Suwandi mengamini kalau ada carut marut dalam pembukuan Anggaran GAPOKTAN senilai seratus juta itu sebelum tahun 2018.

Suwandi menjelaskan, kita cek pada saat itu, Untuk 9 tahun memang tidak ada laporan yang jelas, dan tidak ada manfaat dalam pengelolahan anggaran bantuan GAPOKTAN, karena tidak ada hasil keuntungan. sejak tahun 2018, kita tarik kembali pupuk tersebut ditaruh dikios pupuk. Karena tidak ada gudang, kita titipkan ke kios pupuk warga, dan mendapatkan keuntungan.

“Kita buatkan perjanjian dengan kios pupuk, dengan sanggup menjual pupuk GAPOKTAN kita diberi untung dua ribu rupiah persak yang terjual,” jelas Suwandi saat dikonfirmasi, senin (27/7/2020).

Suwandi menegaskan, membenarkan anggaran bantuan untuk GAPOKTAN sejak tahun 2009 memang seratus juta, dan diterima dua termin. “Awal kita terima bantuan itu 50 juta, dan yang kedua 50 juta,” tegas dia.

Masih Suwandi, pernah ada ketidakadilan dalam pembagian pupuk saat dikelola Kepala Desa pada saat itu, yang mendapatkan jatah pupuk lebih adalah orang dekat kepala Desa, dan hanya perangkat saja. Menurut ketua, Masyarakat lainya juga ada yang tidak kebagian.

Sebagai ketua mempunyai hak dalam pengelolahan, dirinya memprotes kepada Kades, “Ini anggaran pupuk sudah tidak jelas, berarti ini pupuk bermasalah, saya akan laporkan masalah ini,” katanya.

Lebih lanjut, Kades tersebut mereda amarah sang Ketua, “Gak usah lapor-lapor mbah, kabeh kenek ditoto, (tidak usah lapor bapak, semua bisa ditata),red.” Tirunya bahasa Kades dengan bahasa jawa.

Ketua ini berani blak-blakan bila anggaran GAPOKTAN seratus juta tersebut diungkap oleh hukum, “ini saya buka saja ya, tiga tahun yang lalu anggaran Gapoktan dikelola Pak Kades, 65 juta dana Gapoktan dibawa Pak Kades, dan itu beku, kalau dana ini dilacak, gak apa-apa silahkan,” buka Ketua tersebut.

Dipertanyakannya dana GAPOKTAN telah menyusut, Ketua ini juga mengkauinya dengan polos, “Untuk yang pupuk yang kita kelola sekarang ini hanya sekitar kurang lebih 20 juta, jadi lebih jelasnya tentang itu silahkan ditanyakan ke sekreraris Hendrik,” jujurnya.

Ketua ini menambahkan, dana GAPOKTAN ada pada kades pernah ia minta, “Pak lurah, dana yang ada itu serahkan saja ke kasir Bendahara, tidak usah mbah, kalau ada kekurangan saya yang menutup,” imbuhnya, tirunya bahasa Kades.

Terkait adanya Kades disebut oleh Ketua GAPOKTAN, tim media ini berusaha konfirmasi Via SMS kepada Kades Parengan tentang Dana GAPOKTAN tersebut. dan ia membalas tidak begitu jelas dengan bahasa jawa, “pn eroh teko endi,(kamu tahu dari mana.red) (balasan kedua) pn asli mana,” balasan Kades Via Saluler pribadinya, Senin (27/7/2020).(dak/tim)
Dan berikut foto kutipan balasan via SMS Kades:

Kutipan Balasan Via SMS Kepala Desa Parengan Saat Dikonfirmasi Oleh Tim Media.