Acara IKBAR, Pemantapan Relawan Bekisar Wartawan Dilarang Liputan

Peliputan, Awak Media Saat Dilarang Masuk Oleh Penajaga (satpam), Didalam Gedung Tersebut Ada Acara IKBAR Sedang Berlangsung, minggu (19/7/2020).

MOJOKERTO (majanews.com) – Ikfina Dan Barra (IKBAR) Bakal Calon Bupati Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, telah mempersiapkan kader atau kelompok yang dikemas dengan tulisan Bela Kiyai Dan Santri (BEKISAR). Gebyar acara atau konsepan tersebut berlangsung di Guest House Institut KH Abdul Chalim, Bendungan Jati, Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Minggu (19/7/2020).

Informasi yang dihimpun majanews.com, pasangan IKBAR ini telah menggelar acara dua hari berturut-turut, dan dibagi dua gelombang dan empat tahap. Untu gelombang awal diaplikasikan hari sabtu (18/7/2020), dengan dibagi dua tahap, tahap awal mulai jam 9 pagi hingga jam 12.

“Untuk gelombang kedua jam 1 hingga jam 3 mas,” ujar AR (47) saat memberikan penjelasan kepada majanews.com minggu (19/7/2020).

Masih AR, untuk gelombang kedua dimulai hari ini (19/7/2020), dan juga dibagi dua tahap, “Ya untuk acara yang sekarang gelombang 2 tahap awal, yang tahap kedua dimulai jam satu mas,” jelas AR yang dirinya mengaku asal Trawas Mojokerto Jatim.

“Mohon maaf, pesannya untuk Wartawan dilarang masuk pak, ini perintah dari Gus,” kata petugas yang menjaga pintu disaat para kulitinta ingin melakukan peliputan acara pasangan IKBAR, minggu (19/7/2020).

Adanya hal itu, perwakilan kulitinta berusaha konfirmasi kepada Barra yang murapakan Bakal calon wakil bupati (Bacawabup), juga pemilik tempat berlangsungnya acara.

Dipertanyakannya acara dalam dua hari juga jumlahnya undangan dengan tujuan, ”3000 Undangan dengan tujuan pemantapan para kader relawan bekisar,” Jawab singkat balasan Barra dalam Aplikasi WatsApp (WA) pribadinya, minggu (19/7/2020) siang.

Lanjut Konfirmasi, Apa misi dan visi dari berkisar itu, dan pemantapan meliputi apa saja, sayangnya WA jurnalis media online ini tidak dibalas.

Hingga berita ini ditulis, Disayangkan media ini tidak mendapatkan klarifikasi dengan jelas tentang kelompok yang dibentuk IKBAR tersebut, hanya bisa muncul asumsi yang terlintas sebagai pekerja Pers. Entah apa yang didalam gedung itu membahas hal positif entah negatif, karena awak media ini tidak bisa menjelaskan kepada khalayak umum dengan jelas dan gamblang dalam mengemban tugas.(dak/tim)