Rencana Uang Sekolah SMAN 1 Puri Kabupaten Mojokerto, Diduga Mencari Keuntungan

Syaiful Anwar, Humas SMAN 1 Puri, Kabupaten Mojokerto, Jatim, Saat Memberikan Keterangan Kepada Awak Media, Senin (13/7/2020).

MOJOKERTO (majanews.com) – Formulir edaran Rencana Uang Sekolah untuk walimurid siswa kelas XI dan XII SMAN 1 Puri, Kabupaten Mojokerto Jatim disinyalir kuat mencari keuntungan pribadi. Hal itu dikarnakan muncul angka dalam tarikan yang belum dimusywarahkan dengan semua walimurid.

Formulir edaran Keputusan Rencana Uang Sekolah yang nilainya mencapai angka jutaan rupiah, PR (60) selaku salah satu walimurid menjelaskan kepada awak media ini. “Itukan Gubernur Jatim dalam akun resminya melarang tidak boleh ada pungutan wajib diseluruh SMA atau SMK sejatim,” paparnya jumat (10/7/2020).

Kata PR, pihaknya bersama-sama walimurid lain akan memprotes kepada kepala sekolah agar tarikan yang menurutnya wajib itu supaya dihilangkan.

“kalau seperti ini kan disinyalir kepala sekolah mencari keuntungan pribadi, masak satu juta lebih yang wajib kita bayar,” keluh PR yang anaknya juga siswa naik kelas XI.

Dalam keberatan walimurid, PR menambahkan. Tidak adanya musyawarah tiba-tiba mendapat surat edaran dari pihak sekolah, yang isinya ada iuran wajib sebesar Rp 1.100.000, berlaku untuk siswa kelas XI dan XII.

Dikonfirmasi terkait Keputusan Rencana Uang Sekolah, Suhariyono Kepala Sekolah melalui Syaiful Anwar, Humas SMAN 1 Puri mengelak dan mengatakan, itu bukan pungutan wajib dan kami tidak mencari keuntungan.

“Melainkan Sumbangan Operasional Pengembangan Pendidikan (SOPP) bulan Juli,” jelas Syaiful saat dikonfirmasi majanews.com bersama media lain di ruang tunggu SMAN 1 Puri, Senen (13/7/2020).

Kata Syaiful itu hanya miskomunikasi, kemarin sudah ketemu walimurid dan mereka minta maaf. “Pihak sekolah juga memberikan kebebasan (Gratis) bagi siswa miskin dan keringanan bagi siswa yang kurang mampu. Asalkan ada Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM),” pungkas Syaiful.(dak/tim)