Kopensasi Galian C Desa Jombatan, Disinyalir Sekdes Mendapat Jatah Lebih

Foto: Juma’an, (Kiri, berkaos merah putih) Kepala Dusun (kasun) Saat Menemui Tim Media, Rabu (1/7/2020).

Jombang (majanews.com) – Polamik Kopensasi Galian C untuk tahun 2019 yang ada di Desa Jombatan, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang. Yang seharusnya Warga terdampak mendapatkan haknya dengan baik dari pengusaha galian tersebut, tetapi tidak menerima pada mestinya. Hal tersebut disinyalir Sekretaris Desa (Sekdes) sebagai Panitia mengatur anggaran kopensasi tersebut agar dirinya dapat jatah lebih.

Dalam hal itu, Sekdes klarifikasi kepada tim media ini Rabu tertanggal (24/6/2020) untuk kopensasi warga terdampak dikelola oleh Kepala Dusun (kasun) perwilayah, ada 4 Dusun di Desa Jombatan itu, pihak pengusaha galian atau vendor langsung membayar kopensasi yang telah disepakati. Dan diterima langsung oleh Kasun.

“Ke empat2nya mas (red), Dusun Pulokunci Pak Juma’an, jombatan 1 (p.imron). Jombatan 2 (p. maslichan) jombatan 3 (p. zainuddin),” tulis Sekdes dalam klarifikasi lewat Aplikasi WattshApp (WA), Rabu (24/6/2020).

Catur, Sekretaris Desa (Sekdes) Desa Jombatan, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang.

Pengakuan Sekdes, Untuk kopensasi telah dibayarkan oleh pengusaha galian lima kali. Dengan kesepakatan 20 ribu rupiah per-ret dibayar 500 ret. Dan dilunasi selasai 1000 ret.

“Semua kopensasi yang telah disepakati perwilayah menerimanya. selama saya ada disitu ada 5x pembayaran yang artinya 2.5 juta per 500 ret untuk kompensasi ke warga mas. Tapi sepakat benar memang 1000 ret,” kutipan tulisnya lewat WA.

Sekdes juga mengelak adanya kepanitiaan dalam pengelolahan anggaran kopensasi galian C. “ngapunten itu yg kepanitiaan kapan mas? kemaren gak ada kepanitiaan dan kompensasi warga terdampak pun disukaaken sedanten kalian kadus masing2 (red),” kutipan tulisnya.

Dalam keterangan Sekdes menyimpang jauh dari penjelasan Juma’an selaku Kasun Dusun Pulokunci saat ditemui langsung oleh tim media ini. “kalau kopensasi dari pengusaha kita tidak menerima langsung mas, ada panitianya. Yaitu Pak carik (sekdes),” jelasnya, Rabu (1/7/2020).

Kasun juga menjelaskan mekanisme pembayaran kopensasi kepada warga, beda penjelasan sekdes kepada awak media saat lewat aplikasi WA. Pengakuan kasun, untuk pengusaha / vendor tidak pernah menemui warga. Dan anggran itu diterima oleh Carik (sekdes), lalu diberikan kepada Kasun.

Disingung berapa untuk perwilayah anggran kopensasi yang disalurkan Sekdes, Kasun menerima per 500 ret. Hanya satu juta lima ratus rupiah, “Untuk anggran Dusun saya dikasih Pak Carik 1,5 juta tiap DP 500 rit mas, lima kali tidak lebih, dan setiap pembagian uang itu langsung dibagikan oleh Pak RT, saya ngomong apa adanya mas, dan tidak mengada ada,” jelasnya, Selamet sebagai RT ikut menemui tim Media ini.

Lokasi Galian di Dusun Pulaokunci, Desa Jombatan, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang.

Kasun tersebut juga melogika dalam pembagian kopensasi itu, “logikanya kalau 20 ribu rupiah per-ret, dibayar per-500 ret untuk pembayaran 10 juta rupiah, dibagi 4 Dusun. Jadi benar dapat 2 juta lima ratus untuk perdusun, jadi kalau seribu ret untuk satu Dusun menerima 5 juta, Itu logikanya mas,” kata Kasun dengan tersenyum.

Adanya hal klarifiasi yang tidak sama dalam keterangan Sekdes dan Kepala Dusun, awak media ini konfirmasi ulang kepada Sekdes lewat Aplikasi WA, “Mohon maaf saya ijin lagi bersama anak sakit, besok saja,” jawaban tulisan Sekdes dalam bahasa jawa.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pantia Diduga mempermainkan Kopensasi Galian C. Dan Kepala Desa mengetahui adanya Pantia dalam pengelolahan Anggran tersebut, yang menerima kopensasi dari pengusaha galian itu langsung ke Sekdes selaku panitia, untuk aturan mainnya Kepala Desa juga tidak tahu, karena juga tidak mau tahu. Dalam rilis media majanews.com Rabu (24/6/2020). dikantornya.(dak/tim)

Baca Juga: