Diduga Tak Terdaftar, Kadisnaker Akan Segera Panggil Management PT JAPS

Nugroho, Kadisnakertrans Kabupaten Mojokerto saat memberikan penjelasan ke Majanews.com.

MOJOKERTO (majanews.com) – Tampaknya persoalan dugaan penganiayaan yang diduga dilakukan oleh pengawas PT JAPS terhadap karyawannya sendiri akan semakin panjang.

Pasalnya, selain sudah dilaporkan ke penegak hukum, ada dugaan keberadaan PT JAPS tidak dilaporkan ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Mojokerto.

Demikian yang dikatakan Nugroho, Kadisnakertrans, Kabupaten Mojokerto saat dikonfirmasi Majanews.com, di ruang pelayanan, kemarin.

Menurut Nugroho, PT Jatim Abadi Perkasa Steel (JAPS) yang berada di Desa Gebangsari, Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto tersebut, hingga saat ini belum didaftarkan ke Disnakertrans.

“Kita sudah cari datanya, namun tetap gak ketemu, dan secepatnya pihak menagement PT JAPS akan kita panggil,” jelasnya.

Masih Kadisnakertrans, kalau persoalan dugaan penganiayaan, kita mengikuti proses hukum yang dilakukan oleh kepolisian.

“Kalau nanti terbukti dan inkrah, tidak menutup kemungkinan, yang bersangkutan akan di deportasi,” tandas Nugroho.

Informasinya​, lebih lanjut dikatakan, dulu tahun 2017 juga pernah terjadi dugaan penganiayaan terhadap karyawannya.

“Yang melakukan dugaan penganiayaan,, orangnya sama atau tidak, kita belum tahu, secepatnya akan kita lakukan pemanggilan dari pihak menagement PT JAPS,” pungkas Kadisnakertrans.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, LM oknum pengawas PT JAPS diduga melakukan penganiayaan terhadap BP (25) warga desa setempat yang juga salah satu karyawan pabrik.

Dan kejadian dugaan penganiayaan itu sudah dilaporkan ke Polsek Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. (tel / arie)

》Share Disini