Neng Ita Pentingkan Penanganan Masalah Sosial di Kota Mojokerto

Rapat koordinasi dengan jajaran anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Mojokerto di Rumah Rakyat, Jalan Hayam Wuruk Nomor 50, Rabu (26/2/2020).

Mojokerto (majanews.com) – Neng Ita, sapaan akrab Walikota Mojokerto Ika Puspitasari menggelar rapat koordinasi dengan jajaran anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Mojokerto membahas permasalahan sosial yang menjadi fokus perhatian semua elemen masyarakat, di Rumah Rakyat, Jalan Hayam Wuruk Nomor 50, Rabu (26/2/2020).

“Sejalan dengan tema pembahasan kami kali ini, adalah Peningkatan upaya penanganan masalah sosial kemasyarakatan di Kota Mojokerto, kami dihadapkan pada upaya menyikapi dinamika masalah sosial kemasyarakatan yang terjadi akhir-akhir ini. Dimana telah menimbulkan suasana kurang kondusif bagi kehidupan masyarakat maupun kegiatan dunia usaha di Kota Mojokerto,” kata Ning Ita, sapaan akrab walikota.

Wali kota Mojokerto Ika Puspitasari Bersama Anggota Dandim 0815 Mojokerto.

Berlangsungnya rapat, dihadiri Wakil Walikota Achmad Rizal Zakaria, tiga pimpinan DPRD Kota, Kepala Kejari, Dandim 0815, Polresta, Kepala BNNK dan OPD tersebut, Ning Ita mengurai sejumlah permasalahan yang menjadi fokus semua pihak.

Adapun permasalahan yang kerap terjadi di antaranya, masih tingginya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika, peredaran gelap dan konsumsi minuman keras, termasuk didalamnya konsumsi miras oplosan, aksi-aksi premanisme dan anarkisme, yang terkadang sudah merambah ke lembaga-lembaga pendidikan, kekerasan pada perempuan dan anak, pergaulan bebas, potensi berkembangnya penyimpangan perilaku seksual (LGBT/ lesbian, Gay, biseksual dan transgender), dan prostitusi.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari Saat Memberikan Pidato Tentang Masalah Sosial.

“Dalam sejarah perjalanan revolusi industri, dari mulai revolusi industri 0.1 sampai revolusi industri 4.0, selain membawa dampak positif juga selalu disertai dampak negatif masalah sosial yang tidak terelakkan. Oleh karena itu, diperlukan berbagai kreativitas penanganan masalah sosial pada era milenial ini, antara lain dengan memanfaatkan teknologi informasi dan dunia digital dalam pemberian pelayanan sosial,” jelas Ning Ita.

Menjaga kondusivitas, lanjut Ning Ita, merupakan tanggung jawab bersama. Untuk itu, Forkopimda maupun Forkopimcam, yang didukung peran serta aktif forum-forum yang ada di Kota Mojokerto, seperti Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), segenap anggota Babinsa yang tersebar di setiap kelurahan, serta tokoh-tokoh agama dan tokoh-tokoh masyarakat lainnya, diharapkan bisa terus menggalang sinergi bersatu padu. (dak/adv)

》Share Disini