Kabid UP Disperindag Kabupaten Mojokerto Diduga Alergi Kritikan

Oni Kepala Bidang (Kabid) Usaha Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mojokerto.

MOJOKERTO (majanews.com) – Oni Kepala Bidang (Kabid) Usaha Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mojokerto diduga alergi kritikan.

Pasalnya, saat bertemu Tim Majanews.com langsung marah-marah dengan mengatakan anda menghina saya.

Oni merasa tersinggung dan marah, gegara Tim Majanews mengatakan kantor ini bukan tingkat tiga. Perkataan itulah dianggap Oni sebagai bentuk penghinaan.

Kejadian ini terjadi saat Tim Majanews akan melakukan konfirmasi terkait pembongkaran rumah dinas mantri polisi di Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto.

Tim Majanews langsung ke bagian resepsionis, menanyakan Oni Kabid Usaha Perdagangan (UP). Oleh resepsionis dijawab tidak ada.

Karena yang bersangkutan tidak ada, Tim Majanews menemui Maesaroh, Sekretaris Disperindag Kabupaten Mojokerto.

Dari sekretaris diarahkan lagi ke Oni Kabid UP. “Yang menangani persoalan itu, Pak Oni Kabid UP, jadi silahkan ke yang bersangkutan,” kata Maesaroh, Rabu (19/2/2020).

Kemudian Tim Majanews menghubungi Oni melalui telepon selulernya, meski ada nada sambung tapi tidak diangkat.

Selang 5 menit, Tim Majanews dipanggil Maesaroh, bahwa Oni ada di meja kerjanya. Sepontan Tim Majanews terkejut. “Lho Pak Oni tadi lewat mana, tadi tidak ada kok tiba-tiba ada, padahal kantor ini tidak tiga lantai,” kata Tim.

Mendengar kata-kata Tim Majanews, dengan muka marah, Oni mengatakan opo maksud sampean ngomong kantor Iki duduk lantai telu, iki podo ae ngenyek aku ( Apa maksud anda bilang kantor ini bukan lantai tiga, ini sama saja menghina saya, red).

Dari persoalan itu, Oni tidak mau dikonfirmasi oleh Tim Majanews. “Saya tidak mau dikonfirmasi, kalau Tim Majanews tidak mau minta maaf,” tandas Oni saat salah satu Tim Majanews ke ruang kerjanya, Rabu (19/2/2020) Siang, sekitar Pukul 11.20 WIB.

Tanggapan Oni terkait perkataan kantor ini bukan tingkat tiga yang dianggap penghinaan, mendapat tanggapan pedas dari Hadi, Aktivitis Anti Korupsi dan Ketidakadilan Mojokerto.

Menurut Hadi, sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), Oni seharusnya bisa menerima kritik maupun saran dari siapapun sesuai tugas dan fungsinya.

“Kalau dikritik, dijadikan alasan penghinaan, ya jangan jadi ASN, apalagi marahnya disaat dikonfirmasi media untuk mendapatkan hak jawab untuk pemberitaan,” tegas Hadi.

Tim majanews disarankan oleh Aktivis Anti Korupsi untuk mengadukan ke Bupati atau konfirmasi terkait yang dialaminya. supaya prilaku ASN seperti itu tidak terjadi lagi.

Sangat perlu disampaikan, tim media ini saat bertatapan dengan Oni terlihat mata memerah sepertinya habis bangun tidur. Hal itu terlihat dirinya bergegas pamit ke kamar kecil untuk cuci muka.(tim redaksi)

》Share Disini