Indra, Bos Toko Kain Mau Menyita Rumah Mantan Karyawan

Indra Prayetno Sartiyo selaku pemilik toko Pelita Baru yang mau Menyita Rumah FR.

MOJOKERTO (majanews.com) – FR (31) warga Lingkungan Randegan, Kelurahan Kedundung, Magersari, Kota Mojokerto. mantan karyawan Toko kain Pelita Baru yang ada dijalan Raya Bypass Sekarputih, Magersari, Kota Mojokerto, mengaku telah diteror oleh mantan bosnya lewat telpon pribadinya. bukan hanya itu, omongan kasar juga muncul dari mulut bos tersebut. rumah yang ditempati oleh FR juga mau diminta paksa oleh mantan bosnya itu.

Awal kejadian, FR telah memakai uang hasil penjualan kain yang dijaganya, tanpa pamit dengan memakai hasil penjualan ketahuan sang bos. Akhirnya FR bersedia mengganti uang yang telah ia pakai, dan juga saling sepakat.

“Saya sudah siap mengganti pada saat ketahuan kamis 23 yang lalu, malah saya langsung carikan uang pinjaman 20 juta dan saya tranfer ke rekening mas indra (Bos FR).” jelas FR Senin (3/2/2020) kepada majanews.com juga beberapa awak media lain.

Masih FR, disaat selasai tranfer FR disuruh datang ke toko untuk memberikan keterangan, tidak mendapatkan omongan yang baik, FR mendapatkan imidasi dan omongan tidak mengenakkan yang dilontarkan bosnya itu, “kamu ambil sertifikat rumahmu saja biar buat jaminan disini,” kata FR.

Selang satu hari, FR mendapatkan telpon dari indra pemilik toko tersebut, dalam pembicaraan via telpon. FR disuruh secepetnya membawa sertifikat rumah dan ikut ke notaris, dan harus menuruti apa kata bosnya itu, bila tidak menuruti kata-katanya masalah tersebut akan dipolisikan.

“saya ditelpon tidak boleh membantah, harus mengikuti apa katanya mas indra. Disuruh membawa sertifikat rumah dan diajak ke Notaris.” Beber FR.

Adanya hal itu, majanews.com konfirmasi langsung ke Indra Prayetno Sartiyo selaku pemilik toko Pelita Baru, dia mengelak adanya hal tersebut, “itu tidak benar, kan ini urusan kita baik-baikkan saya sama FR,” katanya sambil mau meninggalkan toko dan tidak mau dikonfirmasi sambil masuk mobil.

Merasa tidak tenang diteror mantan si bos, tiap hari telpon berbunyi hingga 8 kali. dan juga tekanan yang dialami FR. Dirinya langsung mengadu ke Polsek Magersari Kota Mojokerto, “hal pengaduan ini masih kita terima, untuk penjelasan lebih gamblang teman- teman wartawan datang saja besòk jam kerja ya,” jelas Petugas Polsek Magersari, Kota Mojokerto ke beberapa awak media online, Senin (3/2/2020).(dak/tim)

》Share Disini