Sepuluh Sekolah Bintang Adiwiyata Lakukan Gerakan Investasi 10 Juta Oxigen

Peringati Hari Sejuta Pohon Sedunia.

10 Januari 2020
Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Didik Chusnul Yakin (Berdiri) saat memberikan sambutan.

MOJOKERTO (majanews.com) – Dalam rangka menyambut Hari Sejuta Pohon Sedunia yang diperingati setiap 10 Januari. Sedikitnya, sepuluh sekolah peserta Program Bintang Adiwiyata binaan Yayasan Esa Khatulistiwa dan Yayasan Multi Bintang Indonesia secara serentak membuat Gerakan Investasi Oksigen dengan menanam sekitar 1.000 pohon di sekolah dan lingkungan sekitar sekolah, Jum’at (10/1/2020).

Program Bintang Adiwiyata sendiri dimulai tahun 2019 dan mendapat dukungan penuh dari Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto.

Gerakan Investasi Oksigen merupakan bagian dari rangkaian pembinaan sekolah Adiwiyata dan dilakukan secara serentak.

Perwakilan Yayasan Multi Bintang Indonesia, Adi Prayogi (baju putih) saat menanam bibit pohon disekitar sekolah.

Sepuluh sekolah tersebut adalah, SD Kutogirang Ngoro, SD Trawas 2, SD Pandan, SD Sampang Agung 1, SD Sampang Agung 2 Kutorejo, SMPN 1 Kutorejo, SMA Kutorejo, SD Ngarme Punging, dan SMP 2 Trowulan.

Aksi tanam pohon yang dilakukan pada gerakan ini sejalan dengan pendekatan Adiwiyata, di mana sekolah sebagai zona konservasi lingkungan harus memiliki program untuk menangani lima persoalan lingkungan, yaitu Sampah, Energi, Keanekaragaman Hayati, Air, dan Makanan (SEKAM). Melalui Gerakan Investasi Oksigen, sekolah memenuhi lingkup Keanekaragaman Hayati dengan menanam berbagai tanaman jenis produktif, tanaman obat, dan bunga-bungaan.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mojokerto Didik Chusnul Yaqin memberikan apresiasi atas gerakan ini.

Mas’ud (pegang bibit pohon) dari Yayasan Esa Khatulistiwa.

Menurutnya, kegiatan ini patut dijadikan contoh bagi sekolah-sekolah lainnya, agar sekolah menjadi lebih sejuk, asri, dan anak-anak merasa nyaman belajar di sekolah.

Senada juga disampaikan Kepala Sekolah SMPN 1 Kutorejo Sumardi. “Sejak ada program merawat tanaman, anak-anak lebih suka belajar di luar kelas karena udaranya lebih sejuk,” ungkapnya

Sementara itu, perwakilan Yayasan Sahabat Multi Bintang Komang Wibawa menambahkan, gerakan lingkungan yang dimulai dari institusi pendidikan di bawah program Bintang Adiwiyata ini merupakan upaya kita bersama untuk menyiapkan generasi muda penerus bangsa yang sadar dan peduli terhadap lingkungan dengan berbagai tantangan yang ada.

Komang juga berharap, akan bermunculan sekolah-sekolah lainnya yang turut melakukan gerakan serupa untuk pelestarian lingkungan. (arie)

》Share Disini