Dugaan Pemberi Money Politik Pilkades, Adhim Bisa Dipidana 9 Bulan

Adhim Saat Dikonfirmasi majanews.com Atas Dugaan Suap (money politik)

Jombang, majanews.com – Pihak pemberi uang atau pelaku money politik di pemilihan kepala desa (Pilkades), bisa dipidana penjara hingga sembilan bulan. Hal itu disampaikan Pakar Politik Aktivis 98 Deswantoro, Aktivis 98 ini menyayangkan nomer urut 3 telah terkabar melakukan Dugaan money politik yang mana dalam Pilkades di Desa Podoroto, Kecamatan Samben, Kabupaten Jombang tersebut.

Menanggapi kabar dari media ini Deswantoro berharap tim Kejaksaan atau Polres setempat menurunkan tim khusus atau membentukan Satgas dan penindakan bagi pelaku money politik di Pilkades yang telah usai itu.

“Seharusnya tim hukum wilayah Jombang mendengar kabran di media seperti ini segara melakukan investigasi atas informasi Dugaan money politik yang dilakukan nomer urut 3 itu,” cetus Pras panggilan akrab aktivis 98 tersebut.

Mengacu pada KUHAP, masih Pras. penindakan pelaku praktik money politik di Pilkades bisa menggunakan pasal 149.

“Bila Adhim terbukti melanggar KUHAP pasal 149 Dia Bisa Dijebloskan penjara 9 Bulan,” katanya.

Pras juga membeberkan tentang pasal 149. “Di pasal 149 itu intinya barang siapa memberikan uang atau sesuatu pada waktu pemilihan atau menjanjikan sesuatu supaya tidak memakai atau memakai hak pilihnya itu bisa diancam pidana penjara paling lama sembilan bulan,” paparnya kepada majanews.com, senin (11/11/2019) pagi. dikantor jalan Brawijaya No 82 Kota Mojokerto.

Sebelumnya Adhim dengan nomer urut 3 Diduga melakukan suap atau money politk yang dikabarkan majanews.com atas pengaduan masyarkat. berita tertanggal minggu (10/11/2019). Dengan Dugaan tersebut Adim mendapatkan hasil 2030 suara dalam Pilkades yang digelar senin 4 November 2019.(tim/dak)

》Share Disini