Tonjolan Kinerja Walikota Mojokerto Menjelang Akhir Tahun 2019

Ika Puspitasari Walikota Mojokero Dan Akhmad Rizal Zakaria Wakil Walikota Mojokero

Mojokerto (majanews.com) – Ita Puspikasari yang akrap dipanggil Neng Ita Walikota perempuan pertama kali di Kota Mojokerto ini cukup lincah dalam ngemban tugasnya. Terbukti Penghargaan dari Pemerintah pusatpun berjatuhan. Dari program pembangunan, pendidikan hingga penertipan izin yang bermanfaat untuk tahun 2019.

Dalam ngemban amanah sebagai orang nomer di Pemerintah Kota Mojokerto memang tidak begitu mudah, Neng Ita berusaha keras untuk melakukan perubahan-perubahan untuk berbenah demi warga Kota Mojokerto, berikut sepak terjang Neng Ita yang teraplikasi saat ini.

Pembangunan

Salah satu program walikota yang akan teraplikasikan Pemandian Sekarsari Kota Mojokerto yang berada di pertemuan jalan Empunala dan Gajahmada, akan dirombak total perwajahannya. Pemerintah Kota Mojokerto menyiapkan anggaran Rp 6 miliar untuk mengkonsep ulang area rekreasi legendaris yang ditopang menara air atau setempat dikenal dengan watertoren yang sudah ada sejak jaman Belanda itu.

“Kami tidak mengubah konstruksi bangunan. Tetapi, memperbarui desainnya menjadi lebih modern. Yang semula menaranya hanya 22 meter, akan kami tinggikan menjadi 44 meter,” kata Walikota Mojokerto Ika Puspitasari menyebut konsep re-desain menara air, saat meninjau proyek dilokasi.

Re-desain menara air Sekarsari, kata Walikota lebih lanjut, akan menjadi obyek wisata yang bisa menjadi jujukan pertama saat memasuki gerbang Kota Mojokerto. Sehingga, akan ada ikon baru saat memasuki Kota Mojokerto. Desain menara yang baru, ditargetkan akan selesai pada awal 2020.

“Konsepnya sangat modern. Pertokoan ini, akan kami pindah di bagian atas. Sedangkan yang bawahnya untuk parkir mobil. Karena lahannya minim, kami mengantisipasi jika nanti pengunjungnya membludak. Kami tidak menggusur, melainkan menempatkan pada tempat yang baru dengan desain yang baru,” tandasnya.

Pendidikan

Ning Ita juga Canangkan Kawasan Pendidikan di Kelurahan Kranggan, Lingkungan perumahan Gatoel di wilayah Kelurahan / Kecamatan Kota Mojokerto dicanangkan Walikota Mojokerto Ika Puspitasari sebagai ‘Kawasan Pendidikan’, Minggu pagi yang lalu.

Alasan ditetapkannya Lingkungan Perumahan Gatoel sebagai kawasan pendidikan lantaran di area perumahan pertama yang ada di Kota Mojokerto ini berdiri 12 lembaga pendidikan dari jenjang Paud, TK, SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi.

Walikota Mojokerto Ika Puspitasari berharap, dengan adanya Festival Bulan Bahasa 2019 dan peresmian pencanangan kawasan pendidikan di Lingkungan Kranggan, dapat memberikan manfaat. Serta dapat terwujudnya sumber daya manusia yang unggul demi Indonesia Maju.

“Bagimana kota kecil ini, yang dulunya merupakan pusat Kerajaan Majapahit pada abad 13 lalu, kembali bisa ‘moncer’ di abad ini dengan segala potensinya. Seperti mimpi kita bersama, kecil tapi indah, kecil tapi luar biasa dan kecil seperti berlian. Kami yakin, akan banyak anak-anak generasi yang berkualitas lahir dari Kota Mojokerto yang kita cintai,” kata Ning Ita, sapaan karib Ika Puspitasari.

Penertipan Izin

Walikota Mojokerto Ika Puspitasari juga mengevaluasi izin tempat hiburan malam (THM) secara menyeluruh. Hasil evaluasi itu nantinya akan menjadi dasar bagi pihaknya untuk memperpanjang izin atau sebaliknya.
Kepastian itu dicetuskan Ika Puspitasari, Selasa (17/9/2019), menanggapi pertanyaan awak media soal sikap Pemkot Mojokerto terhadap THM yang berpotensi melanggar aturan, seperti halnya X2X Family Karaoke yang disebutnya jadi atensi khusus.

“Semua tempat hiburan malam akan kita evaluasi izinnya. Tak terkecuali karaoke X2X (X2X Family Karaoke),” katanya.

Penghargaan Prestasi

Pemerintah Kota Mojokerto meraih penghargaan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2018.

Penyerahan penghargaan dari Wakil Menteri Keuangan RI, Prof. Dr. Mardiasmo, M.B.A, diterima langsung oleh Walikota Mojokerto Ika Puspitasari di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (2/10/2019) siang.

WTP yang diraih Pemerintah Kota Mojokerto ini merupakan yang kelimakalinya secara berturut-turut sejak 2014.
“Penghargaan ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Mojokerto dalam menyelenggarakan sistem birokrasi yang akuntabel dan transparan,” kata Ika Pusputasari.

Keberhasilan ini, lanjutnya, tak lepas dari peran semua pihak di lingkungan Pemerintah Kota serta DPRD sebagai mitra pemerintah dalam fungsi legislasi.(dak/adv)

》Share Disini