Oknum Guru SDN Balongsari 2 Yang Diduga Palsukan Data Zonasi Berikan Klarifikasi

Soleh, Walikelas 6 SDN Balongsari 2 Kota Mojokerto.

Mojokerto (Majanews.com) – Setelah diberitakan disalah Satu Media Online, oknum Guru SDN Balongsari 2, Kecamatan Magersari Kota Mojokerto, yang diduga melakukan pemalsuan data zonasi, akhirnya memberikan klarifikasi, terkait pemberitaan tersebut.

Dalam klarifikasinya, Soleh
oknum guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) Balongsari 2 tersebut, mengelak dan mengatakan, kalau apa yang dilakukan adalah membantu walimurid yang mau mendaftarkan anaknya ke SMPN 1 Kota Mojokerto.

Lebih lanjut dikatakan, data yang saya masukkan ke form pendaftaran, berasal dari walimurid. “Saya akui, saya salah dalam mengentri, saharusnya entri domisili, saya mengentri Kartu Keluarga (KK), “bantah Soleh yang didampingi Kepala Sekolah Sri Admini, saat dikonfirmasi Majanews.com dan media lain.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Soleh oknum guru SDN Balongsari 2 Kota Mojokerto yang juga Guru Walikelas 6 menjadi pembicaraan dan pergunjingan guru, walimurid dan masyarakat, terkait dugaan pemalsuan data jalur zonasi.

Informasinya, ada beberapa murid asal SDN Balongsari 2 yang mendaftar ke SMPN 1 Kota Mojokerto, diduga memakai data palsu di jalur zonasi. Hal ini disampaikan Abdul Muchid, Koordinator LSM GAKK (Garda Anti Korupsi dan Ketidakadilan) Mojokerto, saat memberikan keterangan pers kepada beberapa awak Media.

Sri Admini, Kasek SDN Balongsari 2 Kota Mojokerto.

Kepala Sekolah (Kasek) SDN Balongsari 2 Kota Mojokerto, Sri Admini juga mengakui, kalau pihaknya melakukan kelalaian, yakni kesalahan dalam mengentri data zonasi. “Seharusnya yang di entri domisili, tapi yang di entri adalah form tempat tinggal atau Kartu Keluarga (KK), dan permasalahan ini sudah kita laporkan ke Dinas Pendidikan Kota Mojokerto, yakni ke Bu Trisnani, “pungkas Kasek.(tel/tim)

》Share Disini