Panderita DB Di Mojokerto Membludak

Mojokerto (majanews.com) – Sebanyak 329 warga di Kabupaten Mojokerto sejak Januari hingga September 2016 terserang penyakit Demam Berdarah (DB) atau dikenal dengan firus Dengue.

“Jumlah pasien DBD terus meningkat sejak Desember 2018. Bulan Januari 2019 sudah 88 pasien,” kata dokter RS Islam Sakinah, dr Roisul Umam kepda wartawan.

Roisul mengatakan, kebanyakan pasien yang sudah sebulan rawat inap di RSI Sakinah memang berasal dari wilayah Kabupaten Mojokerto. Beberapa dari Kota Mojokerto dan Kabupaten Jombang.

“Rata-rata pasien yang rawat inap sudah dalam kondisi lemah, trombositnya (sel darah) terus menurun,” ungkapnya.

Jumlah trombosit yang terlalu rendah akan mengancam nyawa jika mengakibatkan pendarahan di otak. Walaupun hal ini termasuk jarang, tetapi beberapa kasus pernah terjadi.Pada kebanyakan kasus, trombositopenia berat dapat diobati jika penyebab utamanya dikendalikan.

Untuk itu, jika Anda merasakan gejala trombositopenia, segara konsultasikan ke dokter untuk menghindari komplikasi yang mungkin terjadi.

Makanya tak heran, Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia Kota Mojokerto beberapa pekan terakhir dibanjiri permintaan trombosit untuk penanganan penderita DBD sejak November 2018. Permintaan itu meningkat dua kali lipat sejak awal Januari 2019.

“Sebelumnya 250 kantong menjadi 500 kantong darah Trombosit,” kata Staf Pelayanan Medis PMI Kota Mojokerto Yanuar dalam lansir inilahcom.(mif)

》Share Disini