Mojokerto – Rumah Sakit (RS) Gatoel Mojokerto yang di bawahi PT Nusantara Medika Utama telah menunjukan beberapa cara pengolaan limbah yang baik serta tetap mengacu Undang-undang yang berlaku. Hal ini dituturkan oleh Tim direksi RS Gatoel yang ada di jalan Raden Wijaya no 56 tersebut.

Dalam beberapa hari yang lalu, media ini merilis tentang limbah RS Gatoel yang mana klarifikasi tentang limbah B3 tidak menunjukan spesifikasi tentang limbah. Untuk itu klarifikasi yang jelas dan gamblang telah dituturkan oleh Nanang salah satu perwakilan Direksi RS Gatoel kepada awak media ini. 

Dalam Penjelasan Nanang  Pengelolaan Limbah Medis. Pada dasarnya dalam melaksanakan pengelolaan limbah medis perlu menganut prinsip-prinsip dasar berdasarkan kesepakatan internasional, Yakni:

(1) The “Polluter Pays” principle(prinsip “pencemar yang membayar”).

Artinya bahwa melaului prinsip tersebut diatas bahwa semua penghasil limbah secara hukum dan financial bertanggungjawab untuk menggunakan metode yang aman dan ramah lingkungan dalam pengelolaan limbah.

(2) The  “Precautionary” principle (prinsip “Pencegahan”)merupakan prinsip kunci yang mengatur perlindungan kesehatan dan keselamatan melalui upaya penanganan yang secepat mungkin dengan asumsi risikonya dapat menjadi cukup signifikan.

(3) The “duty of care” principle(prinsip “kewajiban untuk waspada”) bagi yang menangani atau mengelola limbah berbahaya karena secara etik bertanggung jawab untuk menerapkan kewaspadaan tinggi.

(4) The “proximity” principle(prinsip “kedekatan”) dalam penanganan limbah berbahaya untuk meminimalkan risiko dalam pemindahan.

Masih menurut Nanang, pengelolaan limbah sangat wajib kita perhatikan dan dikelola dengan baik. “Prinsip-prinsip pengelolaan limbah tersebut berkaitan dengan kegiatan unit pelayanan kesehatan, maka dari itu kita akan kelola limbah medis dengan sebaik-baik nya” jelas Nanang dengan menunjukan bukti kerja sama PT pengelola Limbah kepada awak media.

Maka dari itu Nanang memungkas, “limbah medis pasti mengandung virus ataupun bakteri. maka, kami bertanggung jawab penuh untuk adanya dampak limbah, dan bersama instalasi Pengolaan Limbah (IPL) kami terus berupaya yang terbaik” pungkasnya.(dak)