Mojokerto – Sebelum Dibangunnya Gedung Baru UPT Puskesmas Jatirejo Kabupaten Mojokerto, Diduga menjadi ajang keuntungan pribadi oleh Kepala UPT Sugeng. Dari informasi masyarakat Sugeng telah menjual aset bongkaran tanpa melewati mekanisme yang ditentukan Pemerintahan Kabupaten Mojokerto.

Adanya pemberitaan terkait dijualnya aset bongkaran Puskesmas UPT Jatirejo Kabupaten Mojokerto. Didik selaku Kadis Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto. telah klarifikasi lewat stafnya, Nanda Hasan Solikin, via tlp kepada awak media.

Apa yang dikatakan oleh Kepala UPT tersebut tidak di benarkan, terkait jual aset bongkaran yang mana kepala UPT telah koordinasi dengan Dinas Kesehatan, “soal jual aset bongkaran Dinas Kesehatan tidak tau menau mas, dinas baru ini tau kalau aset bongkaran telah dijual oleh Kepala UPT” jelas nanda jumat sore via saluler pribadinya (11/05/2018).

Masih penjelasan Nanda, soal penghabusan gedung memang Dinas ada berita acaranya, karena mau di Bangun Gedung Baru. Untuk aset bongkaran bila dijual oleh kepala UPT tersebut tidak tau sama sekali, apa lagi diajak koordinasi, “memang penghabusan gedung itu atas dasar Dinas , adanya gedung baru, tapi menjual aset bongkaran itu urusan kepala UPT” imbuhnya.

Atas klarifikasi Nanda, dan seperti diberitakan sebelumnya, Dugaan kuat Kepala UPT menjual aset bongkaran itu atas inisiatif sendiri, dan untuk memperkaya diri sendiri.

Hal ini disayangkan oleh Lemabaga Swadaya Masyarakat (LSM) Garda Anti Korupsi Dan Ketidak Adilan (GAKK), atas terjadinya penjualan aset bongkaran gedung UPT Jatirejo lama. Abdul Mukhit, selaku koordinator LSM itu mengecam perbuatan Kepala UPT itu, seharusnya tidak dilakukan perbuatan tersebut, karena Aset itu merupakan milik Negara. Untuk melakukan penjualan wajib melewati mekanisme yang ada.

“Kepala UPT sangat ceroboh, bila hal itu dilakukan dengan menjual aset bongkaran dan masuk kantong pribadi sama halnya dia bunuh diri, pastikan akan berurusan dengan Hukum karena mekanisme pemerintahan telah diabaikan” kecam Doel sapaan akrapnya saat membaca media online majanews.com dengan awak media ini.(dak)