mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday251
mod_vvisit_counterYesterday637
mod_vvisit_counterThis week9677
mod_vvisit_counterLast week6513
mod_vvisit_counterThis month29427
mod_vvisit_counterLast month59375

We have: 8 guests, 1 members online
Your IP: 107.22.156.205
 , 
Today: Mei 23, 2013
Berita Terkait

Australia Sudah Ingatkan Adanya Ancaman Teror

MAJAnews - (15/04/2011)Beberapa pekan sebelum meledakannya bom di Masjid Mapolresta Cirebon, pemerintah Australia sudah memberi peringatan kepada warganya akan kembalinya terjadinya ancaman teror di Indonesia.

Informasi pada Maret 2011 mengindikasikan bahwa para teroris mungkin merencanakan serangan di Indonesia, yang bisa terjadi kapan saja.

Ancaman ini terkait dengan kabar penangkapan gembong teroris Umar Patek di Pakistan, yang hingga kini belum bisa dikonfirmasi aparat keamanan dan intelijen Indonesia.

Peringatan akan ancaman itu dikeluarkan Departemen Luar Negeri Australia pada 31 Maret lalu melalui laman smartraveller.gov.au. Australia memberikan sinyalemen itu berupa saran bagi warganya agar berpikir ulang untuk ke Indonesia menyusul kabar tertangkapnya Patek.

Disebutkan bahwa: "Informasi pada Maret 2011 mengindikasikan bahwa para teroris mungkin merencanakan serangan di Indonesia, yang bisa terjadi kapan saja."

Tidak dijelaskan dari mana Australia mendapat informasi itu. Namun pemerintah Australia mengungkapkan bahwa kabar penangkapan Umar Patek, seorang warga Indonesia yang dicurigai terlibat dalam sejumlah serangan teroris "bisa meningkatkan risiko adanya respon yang sarat dengan kekerasan di Indonesia dalam waktu dekat."

Menurut Australia, pada beberapa kejadian, di mana tokoh-tokoh ekstremis terkemuka ditahan atau dibunuh, ada respons yang kuat dari para pendukung mereka di Indonesia, termasuk dengan menggunakan kekerasan.

Maka itu Australia sangat serius menanggapi kabar tertangkapnya Patek. Dia dianggap seorang tokoh kunci dalam teror Bom Bali I pada 2002 lalu. Insiden itu menewaskan 202 orang, termasuk 88 warga Australia.

Peringatan kali ini masuk dalam kategori 4, atau satu tingkat di bawah katagori maksimum, yakni level 5. Pada peringatan tingkat 4, warga Australia diminta mempertimbangkan kembali perlunya melakukan perjalanan ke suatu negara."

"Level ini mencerminkan fakta bahwa kami mempertimbangkan adanya risiko tingkat tinggi di negara yang bersangkutan, kemungkinan ancaman sangat serius serangan teroris atau situasi keamanan yang tidak pasti," demikian pernyataan Departemen Luar Negeri Australia.

Indonesia bukan satu-satunya negara yang masuk dalam sorotan travel advisory Australia. Menurut laman smartraveller.gov.au yang dibuat pemerintah Australia, hampir semua negara, termasuk Inggris dan Amerika Serikat, juga ikut jadi perhatian, walau kategorinya dua tingkat lebih aman dari Indonesia.(vivanews/konspirasi/team)

 

 
Berita lainnya
Iklan
Sorot Maja

Puasa, Gedung DPRD Jombang Bak Kuburan Jomban [ ... ]



Ijazah Palsu, Kejati Mulai Teliti Berkas MAJA [ ... ]



Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto Dipecat Mojo [ ... ]



Musyafak Dijebloskan di Lapas Porong Surabaya [ ... ]



article thumbnail

Wakil Ketua DPRD Kab Mojokerto Akhirnya Ditaha [ ... ]



Korupsi Kasda 40 Miliar, Anggota DPRD Pemkab  [ ... ]



Polwan Tersandung Kasus Sabu MAJAnews - Seora [ ... ]



Korupsi Jembatan Kutai Sulit Diungkap MAJAne [ ... ]



Digerebek Polisi, 2 Penjudi Keok 4 Berhasil K [ ... ]


KILAS WARTA ====>>>
  • Google Bookmarks
  • Twitter
  • Windows Live
  • Facebook
  • VZ
  • MySpace
  • deli.cio.us
  • Digg
  • Folkd
  • Like to learn German in Stuttgart?
  • Linkarena
  • Mister Wong
  • Newsvine
  • reddit
  • StumbleUpon
  • Yahoo! Bookmarks
  • Yigg
Iklan
Iklan