Penukaran Uang Pecahan di Gresik Bermunculan, Mojokerto Sepi
MAJAnews - Bulan puasa Ramadhan baru berjalan 3 hari. Jasa penukaran uang pecahan baru di Kota Gresik sudah mulai bermunculan sejak pagi hingga sore hari.
Untuk menarik minat pembeli, beberapa penjual jasa penukaran uang pecahan memasang uang pecahannya mulai dari Rp 2000, Rp 5000, hingga Rp 10.000. Cara kerja mereka seperti pedagang asongan yang menawarkan barang pada setiap pengguna motor maupun mobil yang melintas di Jalan.
Hal ini terjadi di sepanjang jalan protokol seperti Jalan Wahidin Sudirohusodo dan Jalan Ahmad Yani Gresik. "Kami biasanya buka antara jam 09.00 hingga 17.00 WIB. Mendekati Lebaran malah sampai malam hari," ujarnya.
Pria satu anak ini mengaku, untuk mengambil untung dari jasa penukaran uang pecahan sangat bervariatif. Sebab, untuk saat ini dirinya hanya memotong Rp 10.000 untuk sekali tukar. Mendekati Lebaran H-5 sampai H-3 biaya pemotongannya bisa mencapai Rp 20.000. "Uang pemotongan ini sebagai biaya jasa antri di Kantor Bank Indonesia Surabaya," katanya.
Beda di Kota Mojokerto, jasa penukaran yang di gemari masyarakat itu belum ada sama sekali. Yang biasanya para jasa itu mangkal di jalan Ahmad Yani, dan Jalan Gajah Mada. Diprediksi jasa penukaran uang akan muncul bila puasa dapat 10 hari, “belum ada penukaran uang di jalan ini mas, ya biasanya mereka muncul puasa dapat 10 harian gitu,”. Ujar fadil salah satu penjual sepatu dakdakan di jalan Ahamd Yani .(team)
| < Prev | Next > |
|---|














