mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday265
mod_vvisit_counterYesterday758
mod_vvisit_counterThis week265
mod_vvisit_counterLast week6513
mod_vvisit_counterThis month20015
mod_vvisit_counterLast month59375

We have: 10 guests online
Your IP: 54.224.75.101
 , 
Today: Mei 19, 2013
Berita Terkait

Indonesia Serius Tindaklanjuti Bisnis Perikanan di Iran

MAJAnews - Forum Bisnis Ekonomi Indonesia-Iran digelar di Wisma Duta Indonesia di Tehran, hari Ahad (10/7/2011). Forum itu dihadiri sekitara 50 pengusaha asal Iran dan Indonesia. Selain itu, delegasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ikut hadir dalam forum tersebut.

Kaunselor Ekonomi KBRI Tehran, Fauzi Bustami menjelaskan, "Forum ini sengaja digelar dalam rangka menindaklanjuti kesepakatan-kesepakatan bisnis antara Iran dan Indonesia, khususnya di bidang perikaan dan kelautan yang pernah disepakati oleh Menteri Perikanan dan Kelautan Indonesia dan Iran."

 

Direktur Pemasaran Luar Negeri Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Saut P. Hutagalung dan Dr Mousavi, pejabat Iran yang mengatur perizinan impor produk laut, menjadi pembicara utama di forum tersebut. Dalam penjelasannya, Hutagalung menjelaskan potensi besar kerjasama Indonesia dan Iran di bidang perikanan.

"Diharapkan kunjungan delegasi KKP dapat mewujudkan kesepakatan Indonesia dan Iran di bidang kelautan dan perikanan, " jelas Hutagalung.

Sementara itu, Dr Mousavi menjelaskan bahwa kebutuhan ikan di Iran dari tahun ke tahun kian meningkat. Untuk itu, Iran sangat membutuhkan impor ikan dari berbagai negara , khususnya Indonesia.

Selain menjelaskan masalah proses perizinan untuk impor Ikan, Dr Mousavi juga menyampaikan syarat yang harus dipenuhi pasca gempa di Jepang. Dikatakannya, "Pasca gempa di Jepang, pemerintah Iran mengharuskan dokumen dari badan atom negara yang bersangkutan untuk impor ikan dan produk kelautan."

Sebelumnya, Indonesia dan Iran berkomitmen memperkuat kerja sama bilateral di lima sektor yang termasuk bidang kelautan dan perikanan sebagai tindak lanjut perjanjian nota kesepakatan yang telah ditandatangani di Tehran. Kelima kerja sama di bidang kelautan dan perikanan antara lain melingkupi peningkatan stok perikanan tangkap, pembenihan dan pemijahan perikanan budidaya, konservasi perikanan laut dan pengelolaan pulau-pulau kecil termasuk hutan bakau.

Berdasarkan data dari KKP, ekspor perikanan Indonesia ke Iran mengalami peningkatan sebesar 280 persen dibanding tahun 2009 menjadi sebesar US$ 7,4 juta pada 2010. Produk utama yang diekspor tersebut adalah produk tuna dengan nilai sekitar US$ 3,4 juta pada 2010.(irb)

 
Berita lainnya
Iklan
Sorot Maja

Puasa, Gedung DPRD Jombang Bak Kuburan Jomban [ ... ]



Ijazah Palsu, Kejati Mulai Teliti Berkas MAJA [ ... ]



Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto Dipecat Mojo [ ... ]



Musyafak Dijebloskan di Lapas Porong Surabaya [ ... ]



article thumbnail

Wakil Ketua DPRD Kab Mojokerto Akhirnya Ditaha [ ... ]



Korupsi Kasda 40 Miliar, Anggota DPRD Pemkab  [ ... ]



Polwan Tersandung Kasus Sabu MAJAnews - Seora [ ... ]



Korupsi Jembatan Kutai Sulit Diungkap MAJAne [ ... ]



Digerebek Polisi, 2 Penjudi Keok 4 Berhasil K [ ... ]


KILAS WARTA ====>>>
  • Google Bookmarks
  • Twitter
  • Windows Live
  • Facebook
  • VZ
  • MySpace
  • deli.cio.us
  • Digg
  • Folkd
  • Like to learn German in Stuttgart?
  • Linkarena
  • Mister Wong
  • Newsvine
  • reddit
  • StumbleUpon
  • Yahoo! Bookmarks
  • Yigg
Iklan
Iklan