mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday48
mod_vvisit_counterYesterday654
mod_vvisit_counterThis week1460
mod_vvisit_counterLast week6831
mod_vvisit_counterThis month20452
mod_vvisit_counterLast month59375

We have: 7 guests online
Your IP: 54.234.126.92
 , 
Today: Mei 20, 2013
Berita Terkait

Oposisi Bahrain Tidak Menolak Dialog Dengan Pemerintah

MAJAnews - Ribuan demonstran anti pemerintah Bahrain turun ke jalan-jalan di kota pulau Sitra, menyusul seruan al-Wefaq, kelompok oposisi terbesar di negara itu. Demonstrasi massif Jumat (17/6) itu merupakan yang kedua yang diselenggarakan al-Wefaq sejak pertengahan Maret lalu.

Para saksi mata mengatakan bahwa pasukan rezim mengawasi berlangsungnya demonstrasi didukung dengan helikopter militer yang terbang mengitari kota tersebut. Namun tidak terjadi bentrokan atau penangkapan.

 

Sebelumnya, Sabtu lalu digelar demonstrasi dengan nama "Bahrain, tanah air untuk semua" di desa Sar, 10 hari setelah kondisi darurat dicabut.

Ruhaniwan partai al-Wefaq Sheikh Ali Salman mengatakan bahwa oposisi itu tidak menentang dialog dengan pemerintah. "Keberhasilan dialog, reformasi dan transisi demokrasi memerlukan kehadiran pejabat yang meyakininya. Salah satu masalah dari masa lalu adalah bahwa banyak pejabat tidak percaya pada demokrasi dan reformasi," tegas Sheikh Salman.

Aksi protes serupa juga digelar di beberapa desa dan kota Bahrain. Para saksi mata mengatakan pasukan rezim menembakkan gas air mata ke arah para pengunjuk rasa di desa Karzakan, di barat negara itu. Oposisi Bahrain menuntut pembebasan para demonstran yang ditahan pemerintah, penangguhan pengadilan terhadap aktivis serta penghentian pemecatan pegawai sebelum awal dialog nasional ditetapkan untuk 1 Juli.

Ribuan demonstran anti-pemerintah telah mementaskan protes secara nasional di Bahrain sejak pertengahan Februari lalu. Mereka menuntut reformasi politik dan pembentukan pemerintahan monarki konstitusional. Seiring berlalunya waktu, tuntutan para demonstran berubah menjadi pengakhiran kekuasaan rezim al-Khalifah yang brutal menumpas protes damai rakyat.

Puluhan orang tewas dan ratusan cedera. Selain para demonstran, pasukan rezim Manama juga menangkap para dokter dan jurnalis. Kelompok hak asasi manusia dan keluarga demonstran yang ditangkap menyatakan bahwa sebagian besar tahanan disiksa secara fisik dan mental, sementara nasib banyak dari para warga yang tertangkap tidak diketahui. Amnesty International dan Human Rights Watch telah melontarkan kritikan tajam terhadap Manama atas penumpasan brutal terhadap warga sipil.(irib/mz)

 
Berita lainnya
Iklan
Sorot Maja

Puasa, Gedung DPRD Jombang Bak Kuburan Jomban [ ... ]



Ijazah Palsu, Kejati Mulai Teliti Berkas MAJA [ ... ]



Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto Dipecat Mojo [ ... ]



Musyafak Dijebloskan di Lapas Porong Surabaya [ ... ]



article thumbnail

Wakil Ketua DPRD Kab Mojokerto Akhirnya Ditaha [ ... ]



Korupsi Kasda 40 Miliar, Anggota DPRD Pemkab  [ ... ]



Polwan Tersandung Kasus Sabu MAJAnews - Seora [ ... ]



Korupsi Jembatan Kutai Sulit Diungkap MAJAne [ ... ]



Digerebek Polisi, 2 Penjudi Keok 4 Berhasil K [ ... ]


KILAS WARTA ====>>>
  • Google Bookmarks
  • Twitter
  • Windows Live
  • Facebook
  • VZ
  • MySpace
  • deli.cio.us
  • Digg
  • Folkd
  • Like to learn German in Stuttgart?
  • Linkarena
  • Mister Wong
  • Newsvine
  • reddit
  • StumbleUpon
  • Yahoo! Bookmarks
  • Yigg
Iklan
Iklan