Blue Flower

Mojokerto (majanews.com)  – Winarno (42) Kepala Desa Desa Kweden Kembar, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto terancam bakal berurusan dengan penegak hukum dan terancam masuk bui.

Pasalnya, dia tidak mau bertanggung jawab atau lepas tangan atas kecelakaan lalu lintas. Hal ini dikatakan Hadak, Koordinator LSM GAKK (Garda Anti Korupsi dan Ketidakadilan) Mojokerto.

Menurut Hadak, sekitar satu bulan lalu, mobil Kepala Desa (kades) Kweden, tepatnya tanggal 11 Juli 2017, di Jl Raya Lingkungan Randegan, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto terjadi kecelakaan lalu lintas.

Kecelakaan antara mobil barang Mitsubishi Strada NoPol S 8158 RB yang dikemudikan Winarno melawan sepeda motor Honda Grand NoPol DK 6076 DF, yang dikendarai Yasir (48) warga Dusun Rowo Asri Rt 08 Rw 09 Desa Rowokangkung, Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang.

“Dalam insiden itu, Yasir yang berboncengan bersama istri dan anaknya, mengalami luka parah dan dilarikan ke Rumah Sakit,” ungkap Hadak, Minggu (13/8/2017).

Masih menurut Hadak, sekarang, kejadian lalu lintas itu menjadi pembicaraan warga masyarakat khususnya warga Desa Kweden Kembar. Pasalnya, Winarno adalah seorang Kepala Desa atau publik figur disinyalir lepas tanggung jawab.(ari/memo,x)