Blue Flower

Mojokerto (majanews.com) - Hubungan korban, Komariah (44) dengan pelaku pembacokan, Saiman (55) masih berstatus suami-istri sah. Keduanya pisah ranjang, sementara korban Ahmad Wiyono (50) merupakan kekasih istri pelaku. Pelaku pembacok keduanya karena diduga cemburu.

keterangan ketua RT 3 RW 6, Slamet Hariadi mengatakan, hubungan keduanya pisah ranjang namun pelaku masing sering ke rumah korban. "Bu Komariah sempat minta izin nikah siri tapi saya bilang tidak bisa karena status masih suami orang. Saya minta mengurus surat cerai dulu kalau mau nikah siri," ungkapnya, Senin (21/8/2017).

Masih kata Ketua RT, pelaku merupakan suami keempat korban dan menikah dengan korban selama enam tahun tapi tidak dikarunia anak. Pelaku bekerja sebagai tukang becak di Surabaya dan pelaku jarang pulang. Sementara, korban Ahmad Wiyono beberapa kali terlihat menginap di rumah korban.

"Seminggu terakhir ini, keduanya (Komariah dan Ahmad Wiyono, red) tinggal serumah. Kalau pak Wiyono itu orang Mojosari, kerjanya di bus kuning. Tidak tahu sopir apa krenet," ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Puri, AKP Airlangga mengatakan, setelah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi diketahui jika pelaku memang suami korban namun sudah pisah ranjang sejak setahun yang lalu. "Sedangkan korban yang laki-laki merupakan pasangan korban namun belum sah," ujarnya.

Masih kata Kapolsek, motif pembacokan yang berujung dengan pembunuhan tersebut diduga karena cemburu. Kapolsek menambahkan, korban akan menikah lagi sehingga pelaku tega melakukan aksi nekat tersebut. Saat ini, pelaku masih dalam pengejaran polisi.(dak)

 

 

(sumber:beritajatim)