Blue Flower

Malang (majanews.com) - Warga Comboran RT 09 RW 07, Sukoharjo, Klojen, Kota Malang membuktikan bahwa keterbatasan lahan di perkotaan tidak menyurutkan niat mereka untuk menghargai jasa pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan dari tangan penjajah.

Dalam lansir beritajatim, Kampung comboran berada di jalur rel kereta api milik Pertamina. Lalu lalang kereta api menjadi pemandangan biasa bagi warga setempat. Namun menjadi tidak biasa saat upacara HUT RI ke-72 yang berjalan khidmat harus ditunda karena kereta api sedang melintas.

Suasana hening berubah menjadi riang saat komandan peleton yang bertugas menertibkan barisan justru meneriakkan imbauan menepi kepada peserta upacara agar tidak tersambar kereta api. Karena pada saat bersamaan kereta pengangkut BBM sedang melintas.

"Meski di tepi rel kereta, warga RT 9 punya kesadaran dan mau mengenang jasa pejuang. Kita tidak takut menghadapi kereta. Lebih takut mana saat pejuang menghadapi penjajah," kata Ketua RT 09 Mochamad Suli, Kamis (17/8/2017).

Salah satu warga, Muhammad Suli (43) mengatakan, warga setempat ingin menitipkan pesan kepada masyarakat lainnya jika mengenang jasa pahlawan adalah sebuah kewajiban. Meski tidak mempunyai lapangan upacara, peringatan 17 Agustus harus dilakukan.

"Kita persiapan hanya satu malam, beberapa warga yang bersekolah ikut membantu persiapan upacara bendera," ucap Suli.(dk)

                                                               

 

(sumber:beritajatim)