Hampir 20 Th, Jalan Poros Desa Sugeng Trawas – Kesemen Ngoro Tak Tersentuh Pembangunan

Print / PDF
Dawam (Baju Batik) Kepala Dusun Sugeng bersama perangkat saat membahas masalah jalan poros Desa Sugeng yang menuju Desa Kesemen Kecamatan Ngoro Mojokerto.

Mojokerto, Majanews.com – Diperkirakan hampir selama Dua Puluh Tahun, Jalan Poros yang menghubungkan Desa Sugeng, Kecamatan Trawas dan Desa Kesemen, Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto tak tersentuh pembangunan.

Warga masyarakat Desa Sugeng berharap, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Mojokerto mau memperhatikan kondisi jalan tersebut.

Seperti yang diungkapkan Dawam, Kepala Dusun Sugeng. Menurutnya, jalan itu merupakan jalan satu-satunya menuju ke Desa Kesemen. “Bukan hanya warga Desa Sugeng yang mengharapkan adanya perbaikan atau peningkatan jalan tersebut. Warga masyarakat Desa Kesemen juga berharap yang sama, “ungkap Dawam saat dikonfirmasi Majanews.com di kantor Balai Desa Sugeng.

Kondisi jalan menuju Desa Kesemen

Informasinya, lebih lanjut Dawam mengatakan, pihak Pemerintah Desa Kesemen juga sudah mengajukan proposal peningkatan jalan sekaligus pembangunan jembatan. Namun sampai saat ini belum ada tanggapan. “Permasalahan ini pernah saya sampaikan ke Kepala Dusun Kesemen, agar ada tindak lanjut ke dinas terkait, dalam hal ini adalah pihak Pekerjaan Umum Kabupaten Mojokerto,” tambahnya.

Terpisah, Mismandono Kepala Desa Sugeng, Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto berharap, semoga Pemerintah Daerah mau mendengarkan keluhan warga masyarakat, terutama warga Desa Sugeng. Karena selain jalan satu-satunya menuju ke Desa Kesemen, juga untuk memperlancar perekonomian masyarakat. “Terkait usulan ke Pemda Kabupaten Mojokerto, sudah kami lakukan bersama Pemdes Kesemen, namun sampai saat ini juga belum ada tanggapan atau tindak lanjut, “ungkap Mismandono.

Kondisi Jalan menuju Desa Sugeng

Seperti yang dikatakan Ryan (47) salah satu warga desa yang biasa melewati jalan poros Desa Sugeng Trawas – Desa Kesemen Ngoro. Jalan itu sudah banyak memakan korban, meski tidak sampai meninggal. “Korban, biasanya terpeleset batu yang mengelupas, hingga terjatuh dari sepeda motor. Telat Bayar Pajak didenda, Jalan Rusak dibiarkan “tandas Ryan. (arie)

Print / PDF

Mungkin Anda juga menyukai