Warga Desa Penanggungan Sambut Baik Program PTSL

Print / PDF

MOJOKERTO, Majanews.com – Warga Desa Penanggungan, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto menyambut baik Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat. Program yang benar-benar membantu dan meringankan warga.

Hal ini terlihat dari banyaknya warga masyarakat yang mengajukan pendaftaran ke panitia PTSL. Sekitar 700 lebih warga Desa Penanggungan mengikuti program PTSL.

Program yang dulu dinamakan Proyek Operasi Nasional Agraria (PRONA) merupakan Program Presiden Joko Widodo yang diatur dalam Kepmendagri No. 189 Tahun 1981 tentang Proyek Operasi Nasional Agraria.

Adapun dari tujuan utama dari PTSL atau Prona tersebut adalah memproses pensertifikatan tanah secara masal sebagai perwujudan dari pada program di bidang Pertanahan.

Dalam pelaksanaannya, panitia PTSL melakukan secara terpadu yang ditujukan bagi segenap lapisan masyarakat, serta menyelesaikan secara tuntas, mulai dari proses pendaftaran sampai terbitnya sertifikat. Demikian yang dikatakan Tarmuji Plt Sekdes Penanggungan Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto saat dikonfirmasi Majanews.com di rumahnya.

Dijelaskan oleh Plt Sekdes, dalam kegiatan tersebut, pemohon sertifikat membentuk panitia, yang terdiri dari Ketua, Sekretaris, Bendahara dan Anggota. Panitia PTSL, berasal dari pemohon sertifikat dan orang luar tidak boleh atau dilarang ikut di dalam kepanitiaan PTSL, termasuk Kades dan perangkat desa.

“Saya tegaskan, Kades dan perangkat desa sama sekali tidak terlibat dalam kepanitiaan Program PTSL, “jelasnya.

Rudiyanto Ketua PTSL Desa Penanggungan menjelaskan, para pemohon PTSL sanggup dan bersedia untuk memenuhi semua keperluan atau perlengkapan yang dibutuhkan oleh panitia PTSL, seperti kelengkapan data-data perolehan atau kepemilikan tanah dan pernyataan kesaksian guna bisa persiapan pendaftaran PTSL.
“Disamping itu, pemohon PTSL sanggup menyediakan atau mengganti biaya materai, biaya penyediaan patok atau tanda batas beserta ongkos angkut dan pemasangan yang dilakukan oleh panitia PTSL, “jelas Rudi

Lebih lanjut Rudi menjelaskan, Pemohon PTSL juga bersedia menyediakan atau mengganti biaya operasional panitia PTSL dan petugas lain yang digunakan untuk honor panitia PTSL dan petugas lain, yang di dalamnya ada biaya konsumsi, transportasi dan biaya lain-lain yang timbul sebagai akibat pelaksanaan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap.

Senada juga disampaikan A’an Domasalam, Sekretaris PTSL, “Pemohon PTSL juga memberikan pernyataan kepada panitia, yang isinya tidak akan menuntut dan menggugat atau mempermasalahkan dengan cara dan bentuk apapun kepada siapapun, termasuk panitia PTSL dan Kepala Desa beserta perangkatnya.

“Dan atas kesepakatan tersebut, pemohon PTSL sanggup mempertanggung jawabkan secara hukum dengan segala kemungkinan-kemungkinan yang muncul atas pelaksanaan PTSL di Desa Penanggungan,” terang A’an.

Terpisah, Kusnadi Kepala Dusun Kemendung mengatakan, dalam sosialisasi PTSL beberapa hari lalu, dihadiri oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) serta perwakilan dari Kejaksaan dan Kepolisian. “Mudah-mudahan pelaksanaan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap ini berjalan lancar, aman dan kondusif,” harap Kusnadi yang didampingi Purwanto Bendahara PTSL, Suwandi Anggota PTSL dan Harlan Kepala Dusun Ngembes.

“Terkait PTSL, warga Desa Penanggungan menyerahkan sepenuhnya kepada Panitia PTSL. Warga beralasan, di samping tidak mau ribet juga memakan waktu dan tenaga.
Dengan adanya Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap, warga masyarakat merasa senang dan antusias karena sangat terbantu. Karena dengan mempunyai sertifikat, kepemilikan hak atas tanah, akan lebih jelas, “pungkas Rudiyanto Ketua PTSL. (@rt)

Print / PDF

Mungkin Anda juga menyukai