Limbah Medis RS Gatoel Mojokerto, Dituding Tidak Melalui Sterilisasi

Print / PDF

Mojokerto – Rumah Sakit Gatoel yang beralamat dijalan Raden Wiajaya No 56 Kota Mojokerto yang lama jadi bahan bincangan aktifis Peduli Lingkungan Mojokerto, karena disinyalir menjual limbah medis tidak melalui mekanisme yang ada. ┬ákini mendapat tudingan dari Kapala Dinas Kesehatan Kota Mojokerto, Chirstiana Indah. Bahwa RS Gatoel dengan limbah medisnya tidak melalui sterilisasi.

Dalam wawancara awak media ini senin 04/06/2018. kepada Kepala Dinas Kesehatan Kota Mojokerto, tentang limbah RS Gatoel yang diduga kuat dijual ke tengkulak barang bekas yang ada di desaTrowulan Mojokerto. Dijelaskan juga tentang siasat RS Gatoel untuk ngelabui publik supaya aman keluarnya limbah medis tersebut.

Berlangsungnya tanyak jawab, Indah juga mengutipkan, semua limbah medis sebelum keluar dari Rumah Sakit (RS) wajib di sterilisasikan di RS tersebut. Sebelum keluar dari tempatnya.

“Limbah medis sebelum keluar dari RS ya wajib di sterilisasikan, tidak boleh keluar dari RS apabila limbah medis itu belum melalui tahapannya” jelas indah.

Dibeberkannya limbah medis bekas cuci darah yang ada di RS gatoel, bahwa keluarnya barang (limbah medis) dari RS barang yang berupa jurigen ukuran 5 liter itu dipecah menjadi dua bagian, dan dikemas jadi satu. Lalu dimasukkan kedalam karung dengan ukuran yang sama. Yakni kurang lebih berat 125 kilo perkarung, Dan langsung dimuat di truk yang disediakan tanpa melalui sterilisasi.

Dalam penjelasan awak media, indah terkejut dengan geleng-geleng kepala, “lo ya tidak boleh seperti itu. La itukan belum steril, masih ada bekas cairan didalamnya jurigen, ya wajib dibersihkan dahulu” tendasnya.

Awak media ini juga menunjukan, dalam pemotongan atau pengepakan jurigen bekas cuci darah tersebut dari masyarakat biasa, bukan dari kalangan petugas medis khusus.

Dalam penjelasan Indah, untuk pengepakakn atau membersihkan limbah medis juga harus yang ahlinya dalam limbah medis, tidak boleh orang sembarangan.

“Untuk yang membersihkan limbah medis juga harus ada orang khusus, tidak boleh sembarangan. Karena itu juga berbahaya, kalau seperti yang anda sampaikan ya pasti tidak steril” tudingnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, senin 21 Mei 2018. RS Gatoel Diduga menjual barang bekas limbah medis yang tergolong B3, tetapi berdalih jual barang bekas, bukan limbah medis. hal ini dituturkan oleh Demi Kabag Instalasi Pengelola limbah (IPL) RS Gatoel.(dak)

Print / PDF

Mungkin Anda juga menyukai