RS Gatoel Mojokerto Jual Barang Bekas Medis, LSM Angkat Bicara

Print / PDF

Mojokerto – Menganut aturan Lingkungan Kesehatan yang dimiliki Pemerintah Indonesia, sampah Medis yang berbahaya dan tergolong beracaun harus dimusnahkan. Hal ini Dugaan kuat tidak dilakukan atau tidak dipatuhi oleh menejemen RS Gatoel Mojokerto yang ada dijalan Raden Wiajaya No 56 Kota Mojokerto.

Adanya praktek jual beli barang bekas limbah medis Di lingkup RS Gatoel Mojokerto, LSM Peduli Lingkungan Fikri Ariansyah tuding kabag IPL (instalasi Pengelola Limbah) terindikasi lakukan praktek melawan hukum,”kabag IPL mengakui menjual barang bekas itu, tidak dikasih tau barang bekas apa, dan dijual kepada PT saat dikonfirmasi wartawan, itu seharusnya menjukkan bukti resmi. La dia berdalih sesuai prosedural tapi lewat mulut saja, la itukan ada apa”jelas Aktifis yang ahli dalam bidang Limbah tersebut, senin (21-05-2018)

Masih menurut Fikri, yang seharusnya limbah medis atau barang bekas limbah medis wajib dimusnahkan, “limbah barang bekas medis itu wajib dimusnahkan, apalagi yang anda ceritakn itu jurigen baunya sangat menyengat, la dampak dari bau itu sangat berbahaya, bisa menimbulkan penyakit mematikan” imbuhnya.

Fikri juga membeberkan, ada kasus jual beli limbah medis disalah satu RS malang Jatim, pernah di ungkap Polwil malang beberapa tahun silam, dan kabag IPL jadi tersangka. “Kasus ini bisa serupa dengan kasus di RS Malang, bisa-bisa ada oknum di IPL, la akhirnya Kabag IPL jadi tersangka kepulisian” jelasnya.

Seperti diberitakan media ini, dugaan praktek jual beli barang bekas limbah medis yang ada di RS Gatoel, dan pihak Kabag IPL dan humas memberikan klarifikasi hanya dujelaskan lewat keterangan, dan tidak menjukan buktu resmi tentang PT yang disebutkan.

Diatur dalam undang-undang nomer 23 tahun 1997 tentang lingkungan hudup, Bahwa limbah barang bekas medis harus dimusnahkan, dan diatur pada pasal 43 ayat 1. Pelaku jual beli limbah medis bisa dihukum penjara.(dk)

Print / PDF

Mungkin Anda juga menyukai