KPK Hibahkan Barang Bukti ke Polri

Print / PDF

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghibahkan barang bukti dari perkara tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Nazaruddin dan Mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin ke Polri. Penyerahan dilakukan disela-sela Rakernas Bareskrim yang digelar di Hotel Mercure Ancol.

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mengatakan, awet Nazaruddin yang dihibahkan adalah 1 (satu) bidang tanah dengan luas 153 meter persegi beserta bangunan di atasnya dengan luas 600 meter persegi yang berlokasi di Jalan Wijaya Graha Puri Blok C Nomor 15 dan 16, Kelurahan Pulo Kecamatan Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, senilai Rp 12,4 miliar.

Barang lain yang diserahterimakan pada hari ini adalah barang rampasan negara yang berasal dari perkara tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang atas nama Fuad Amin yaitu satu unit kendaraan Merk Toyota Kijang Innova V XW43 bernomor polisi M 1299 GC tahun perolehan 2010 senilai Rp 257 juta.

“Pada kesempatan ini perlu digaris bawahi, bukan penyerahan aset dari KPK kepada Polri. Penyerahan aset tetap dikembalikan kepada negara, melalui institusi Polri,” ujar Laode.

Laode menambahkan, hampir setiap korupsi itu selalu ada pencucian uang, baik yang canggih maupun yang konvensional. Pentingnya pelacakan aset untukĀ  menghilangkan motivasi pelaku kejahatan dan mendukung pemulihan keuangan negara melalui pengembalian aset hasil korupsi ke Negara.

Karenanya, pelacakan aset KPK dilakukan pada saat kegiatan penyelidikan, penyidikan dan penuntutan dibantu untuk pelacakan dan pemulihan aset. “Uang itu harus kita lacak agar bisa recover aset yang pergi,” kata Laode.(nang)

Print / PDF

Mungkin Anda juga menyukai