Catatan Laka Tol Jombang-Mojokerto

Print / PDF

Jombang – Meski belum lama beroperasi, namun sudah terjadi 22 kali kecelakaan di jalan tol Jombang-Mojokerto atau tol Jomo. Dari jumlah itu, sebanyak dua orang meninggal. Data kecelakaan itu terhitung mulai Januari hingga Februari 2018.

“Rata-rata, kecelakaan itu terjadi antara pukul dua hingga pukul tiga sore. Mereka rata-rata mengantuk hingga terjadilah kecelakaan,” Kepala Dept Pelayanan Lalu Lintas, Keamanan dan Ketertiban Astra Infra Toll Road Jombang-Mojokerto, Zanuar Firmanto tadi siang Rabu (28/02/2018) dalam penjelasannya yang dilansir Beritajatim.

Kecelakaan itu apakah disebabkan karena kontruksi jalan yang bergelombang? Zanuar membantah tudingan tersebut. Menurut Zanuar, sebelum ruas tol Jomo dioperasikan, terlebih dulu dilakukan uji kelayakan. Yakni, memeriksa kekesatan dan kerataan jalan.

Tim yang melakukan uji kelayakan berasal dari pihak terkait, yakni PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat), Dinas Perhubungan (Dishub), serta Kepolisian. Walhasil, jalan tol Jomo sudah lulus dari uji kalayakan tersebut.

“Kita lulus uji kelayakan. Artinya, tidak ada masalah dalam hal kontruksi. Makanya ruas tol ini dioperasikan. Rata-rata yang mengalami kecelakaan karena sopirnya mengantuk. Ada juga kendaraan yang melaju dengan kecepatan di atas 120 km/jam. Seperti kecelakaan yang menimpa rombongan Bonek beberapa waktu lalu, kendaraan yang mereka tumpangi melaju dengan kecepatan 150 Km per jam,” ungkap Zanuar.(dak)

 

Print / PDF

Mungkin Anda juga menyukai